Universitas Terbuka Jadi Pionir Pendidikan Digital Inklusif di Kalimantan Tengah, Wujudkan Akses Belajar Tanpa Batas

Palangkaraya – Di era transformasi digital yang kian pesat, Universitas Terbuka (UT) kembali membuktikan perannya sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Kalimantan Tengah, Erwindy, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi nyata UT dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat di seluruh penjuru daerah, khususnya di Kalimantan Tengah.

Menurut Erwindy, keberadaan UT menjadi bukti bahwa pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang dan waktu. Melalui sistem pembelajaran terbuka dan fleksibel, UT membuka kesempatan bagi siapa pun dari perkotaan hingga pelosok pedesaan untuk menempuh pendidikan tinggi dengan kualitas yang setara. Baginya, UT tidak hanya hadir sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai jembatan bagi masyarakat yang haus akan ilmu, meski tinggal di daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital.

Di samping itu, sebagai pionir pendidikan jarak jauh di Indonesia, UT telah memainkan peran strategis dalam mendukung amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui inovasi teknologi pendidikan, UT bukan hanya menghadirkan akses belajar tanpa batas, tetapi juga menumbuhkan budaya literasi digital di masyarakat.

Erwindy berharap sinergi antara Diskominfosantik Provinsi Kalimantan Tengah dan Universitas Terbuka dapat terus diperkuat. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas literasi digital, memperkuat akses informasi publik, dan mewujudkan visi besar pemerintah daerah: “satu rumah, satu sarjana.”

Langkah Universitas Terbuka dalam memperluas akses pendidikan berbasis digital sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang mendorong inklusivitas dan pemerataan kesempatan belajar bagi semua. Melalui sistem daring yang menjangkau pelosok negeri, UT turut memperkuat SDG 10 (Mengurangi Kesenjangan) dengan membuka akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya sulit menjangkaunya.

Selain itu, sinergi UT dan pemerintah daerah dalam peningkatan literasi digital juga mendukung SDG 9 (Infrastruktur, Industri, dan Inovasi) serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan), yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor untuk membangun masyarakat yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan berbasis teknologi.

Melalui komitmen tersebut, Universitas Terbuka tidak hanya mencetak lulusan berdaya saing, tetapi juga menumbuhkan generasi pembelajar sepanjang hayat yang berperan aktif dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia.