Transformasi SDM Polri Dimulai Dari Ruang Belajar: Langkah Nyata Polisi Papua Barat Daya

Sorong – Membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan berintegritas tak hanya menjadi urusan lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi komitmen institusi penegak hukum. Langkah nyata itu terlihat dari kerja sama antara Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat Daya dan Universitas Terbuka (UT) dalam memperluas akses pendidikan bagi anggota Polri di wilayah tersebut.

Kolaborasi ini menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi SDM yang digelar di Hotel Rylich Panorama, Sorong, Senin (20/10/2025). Kegiatan bertema “SDM Polri yang Unggul, Adaptif, dan Berintegritas Guna Mendukung Terwujudnya Asta Cita” itu menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi Polri menuju institusi modern yang mampu menjawab tantangan zaman, sekaligus mempertegas peran pendidikan tinggi dalam mewujudkan SDM Polri yang berdaya saing.

Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Gatot Hariwibowo, S.I.K., M.A.P., menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM Polri harus dilakukan secara berkelanjutan dan terencana. Salah satunya melalui jalur pendidikan formal bersama Universitas Terbuka, perguruan tinggi negeri yang dikenal fleksibel dan inklusif.

“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun dalam rangka peningkatan kualitas SDM Polri, dan Universitas Terbuka menjadi salah satu mitra strategis kami. Kerja sama ini sudah ditindaklanjuti dan sedang berjalan, bahkan beberapa anggota Polri di wilayah ini sudah aktif menjalani perkuliahan, termasuk ada yang sudah menjadi alumni UT,” ujar Brigjen Gatot.

Sebagai perguruan tinggi yang membuka akses pendidikan tinggi tanpa batas usia, lokasi, dan waktu, Universitas Terbuka hadir menjembatani kebutuhan pendidikan bagi berbagai kalangan, termasuk aparat penegak hukum yang memiliki jadwal dinamis dan tugas di lapangan. Melalui sistem pembelajaran jarak jauh berbasis digital, UT memungkinkan anggota Polri untuk menempuh pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab profesinya.

Kapolda menambahkan, program ini tidak bersifat wajib, melainkan menjadi kesempatan bagi personel Polri yang ingin mengembangkan kapasitas pribadi dan profesionalnya. “Kita ingin mendorong personel Polri agar tidak berhenti belajar. Pendidikan tinggi bukan hanya tentang gelar, tapi tentang membentuk pola pikir kritis, integritas, dan kesiapan menghadapi tantangan tugas,” tambahnya.

Kerja sama ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat tentang Quality Education dan poin ketujuh belas mengenai Partnerships for the Goals. Kolaborasi antara Polda Papua Barat Daya dan Universitas Terbuka mencerminkan sinergi nyata antara lembaga pendidikan dan institusi penegak hukum dalam memperluas akses pendidikan berkualitas yang inklusif dan berkelanjutan.

Rakernis yang dihadiri oleh pejabat utama Polda Papua Barat Daya, para Kabag SDM jajaran, serta perwakilan dari Universitas Terbuka berlangsung dinamis. Diskusi yang terbangun menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat fungsi SDM Polri melalui peningkatan kompetensi, rekrutmen berbasis merit, dan pengembangan karier yang lebih transparan.

Langkah kolaboratif ini menandai bahwa pembangunan SDM unggul bukan sekadar program internal, tetapi hasil dari kemitraan lintas sektor yang membuka ruang belajar seluas-luasnya bagi siapa pun. Dengan dukungan Universitas Terbuka, Polri menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas bukan hanya hak, tapi juga tanggung jawab bersama demi pelayanan publik yang lebih baik dan berintegritas.