Bukti Pendidikan Mengangkat Derajat: Dari Jalanan ke Pimpinan Universitas, Kisah Inspiratif Muhammad Tair Abunaim, M.M

Palembang, 22 Oktober 2025 – Tidak semua kisah sukses dimulai dari kemewahan. Sebagian justru lahir dari keterbatasan dan kerja keras tanpa henti. Begitulah perjalanan hidup Drs. H. Muhammad Tair Abunaim, M.M, Direktur Universitas Terbuka (UT) Palembang, yang menapaki setiap tahap hidupnya dengan tekad kuat dan ketulusan untuk terus belajar.

Lahir di Desa Gunungbatu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, pada 29 Oktober 1965, Naim, sapaan akrabnya dibesarkan di tengah keluarga petani sederhana. Sejak kecil, ia sudah mengenal kerasnya hidup. “Kelas 5 SD orang tua sudah meninggal, jadi saya terpaksa cari uang sendiri,” kenangnya. Sambil bersekolah, Naim mencari tambahan biaya dengan melakukan berbagai pekerjaan setelah pulang sekolah. Upahnya yang hanya Rp2.500-Rp5.000 digunakan untuk bertahan hidup dan melanjutkan sekolah.

Tekadnya yang kuat dan konsisten akhirnya membuahkan hasil. Singkat cerita, tahun 1985, ia lulus SMA dan langsung mengikuti seleksi di Universitas Terbuka Palembang. Tak disangka, ia diterima melalui jalur CPNS, dan sejak 1 Maret 1986 resmi diangkat sebagai pegawai negeri sipil di UT Palembang.

Meski sudah bekerja, semangat belajarnya tak padam. Sambil bekerja ia juga mengambil kuliah di UT dengan jurusan Administrasi Pembangunan dan lulus tahun 1991. Kemudian, melanjutkan Magister Manajemen di Universitas Tridinanti Palembang. Pendidikan menjadi tangga yang membawanya naik perlahan dari staf administrasi hingga kini menjabat sebagai Direktur UT Palembang.

Tak Instan, jabatan-jabatan strategis telah ia emban, mulai dari Kasubbag Tata Usaha, Koordinator Distribusi Bahan Ajar, hingga dipercaya menjadi Direktur UT Jambi dan kemudian memimpin UT Palembang.

Baginya, pendidikan bukan sekadar gelar, melainkan jembatan menuju perubahan sosial dan ekonomi. “Banyak yang sukses tanpa kuliah, tapi itu keberuntungan. Bagi kebanyakan orang, pendidikan tetap menjadi kunci,” pesan Naim kepada generasi muda, terutama Gen-Z di Sumatera Selatan. Ia menegaskan bahwa kini tak ada alasan untuk tidak kuliah, keterbatasan waktu dan jarak bukan menjadi halangan untuk mendapatkan pendidikan tinggi sebab UT hadir dengan sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel.

Selain itu, UT juga dikenal dengan biaya pendidikannya yang terjangkau dan transparan, menjadikannya pilihan ideal bagi masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. Melalui jaringan luas lebih dari 500 Sentra Layanan UT (SALUT) dan UT Daerah yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan hingga luar negeri, UT memastikan setiap warga negara Indonesia dapat menikmati pendidikan tinggi berkualitas, di mana pun mereka berada.

Kisah hidup dan perjuangan Naim untuk mendapatkan pendidikan dan memutus rantai kemiskinan dengan menempuh pendidikan tinggi di UT selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni mendapatkan pendidikan berkualitas (SDG 4) dan membuka peluang menuju masa depan yang lebih baik yaitu dengan mendapatkan pekerjaan layak serta pertumbuhan ekonomi (SDG 8).

UT menjadi bukti nyata bahwa kesetaraan hak dalam mendapatkan pendidikan bukan sekadar cita-cita, tetapi kenyataan yang terus diwujudkan demi masa depan bangsa yang lebih cerdas, mandiri, dan berdaya saing.