Langkah kakinya mantap di atas matras. Setiap gerakan penuh fokus dan keyakinan. Di tengah sorak penonton di GOR Sudiang, Makassar, Nur Alam Rahmat, mahasiswi Universitas Terbuka (UT) Majene, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan meraih medali perak dalam Taekwondo National Tournament 20th POLTEK CUP 2025.
Ajang yang digelar pada 24–26 Oktober 2025 oleh UKM Taekwondo Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) ini dikenal sebagai salah satu turnamen bergengsi di kawasan Indonesia Timur. Tahun ini, kompetisi tersebut memasuki penyelenggaraan ke-20, menjadi wadah penting bagi atlet muda untuk menguji kemampuan sekaligus mengasah mental juang di level nasional.
Nur Alam turun di kategori Seni Prestasi U-49, tampil percaya diri dan konsisten sejak awal pertandingan. Meski persaingan ketat, ia berhasil menembus babak final dan membawa pulang medali perak — sebuah kebanggaan tak hanya bagi dirinya, tapi juga bagi kampus dan daerah asalnya, Sulawesi Barat.
“Perjuangan di atas matras sangat berat, lawan-lawan yang saya hadapi semuanya kuat dan punya teknik yang bagus. Medali perak ini adalah hasil dari latihan keras dan dukungan penuh dari keluarga serta pihak UT Majene,” ujar Nur Alam.
Di balik keberhasilannya, ada cerita tentang bagaimana ia mampu menyeimbangkan dunia akademik dan olahraga. Sistem perkuliahan terbuka dan fleksibel di Universitas Terbuka menjadi kunci yang memungkinkannya tetap fokus belajar tanpa harus meninggalkan latihan.
“Dengan sistem belajar UT, saya bisa atur waktu dengan lebih leluasa. Tidak harus memilih antara kuliah atau latihan. Keduanya bisa jalan bareng,” tuturnya.
Fleksibilitas seperti ini menjadi wajah nyata dari komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung Pendidikan Berkualitas (SDG 4) yang inklusif dan merata. UT membuka ruang bagi siapa pun, di mana pun, untuk tetap menuntut ilmu tanpa batas waktu dan jarak.
Apresiasi juga datang dari pihak kampus. Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si., menyampaikan kebanggaan atas capaian mahasiswinya. “Kami sangat bangga dengan Nur Alam. Ia telah membuktikan bahwa mahasiswa UT tidak hanya unggul secara akademik, tapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi di bidang apa pun,” ujarnya.
Keberhasilan Nur Alam juga menegaskan pentingnya memberi ruang setara bagi perempuan dalam bidang olahraga, sejalan dengan SDG 5 (Kesetaraan Gender). Ia menjadi contoh nyata bahwa kesempatan dan dukungan yang tepat dapat melahirkan talenta unggul, bahkan dari daerah-daerah yang jauh dari pusat kota besar.
Kini, Nur Alam tak ingin berhenti di sini. Ia bertekad terus berlatih, memperbaiki teknik, dan menatap medali emas di ajang berikutnya. “Ini baru awal. Saya ingin terus berkembang dan membawa nama baik kampus serta daerah saya lebih tinggi lagi,” ucapnya penuh semangat.
Dari matras hingga ruang kuliah, Nur Alam membuktikan satu hal: ketika pendidikan memberi ruang untuk berkembang tanpa batas, prestasi pun bisa lahir di mana saja.



