Lahat, 7 Maret 2025 – Pendidikan tinggi semakin diminati, terutama dengan hadirnya Universitas Terbuka (UT) Palembang yang menawarkan sistem kuliah fleksibel bagi masyarakat. Hal ini terlihat dalam Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) UT Palembang yang digelar di Gedung SKB Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Lahat, H. Bursah Zarnubi, S.E., yang menekankan pentingnya generasi muda untuk siap menghadapi Era Revolusi Industri 4.0.
Dalam sambutannya, Bupati Bursah Zarnubi menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di daerah. Beliau mengapresiasi UT Palembang yang memberikan peluang bagi masyarakat untuk tetap bekerja sambil meraih gelar akademik.
Tak hanya itu, Bupati juga menekankan pentingnya pendidikan bela negara dalam membentuk generasi muda yang tangguh, adaptif, serta memiliki kreativitas dan inovasi agar mampu bersaing secara global.
Sementara itu, Direktur UT Palembang, Drs. Muhammad Tair Abu Naim, M.M., mengungkapkan bahwa pada semester ini, 350 mahasiswa baru dari Kabupaten Lahat resmi bergabung dengan UT. OSMB menjadi langkah awal bagi mereka untuk memahami sistem Pendidikan Terbuka dan Jarak Jauh (PTJJ), yang menuntut kemandirian dan disiplin dalam belajar.
Selama tiga hari pelaksanaan OSMB, mahasiswa baru diberikan berbagai materi pengenalan, termasuk Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ). Pelatihan ini membekali mereka dengan strategi belajar efektif agar mampu menyesuaikan diri dengan sistem kuliah berbasis daring.
Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menjalani perkuliahan dan menjadi lulusan yang kompetitif di dunia kerja. UT Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas dan tanpa batas, membuka akses bagi siapa pun, di mana pun, untuk menempuh pendidikan tinggi.
Bagi masyarakat Kabupaten Lahat yang ingin meraih gelar akademik tanpa harus meninggalkan pekerjaan, UT Palembang membuka kesempatan luas untuk kuliah fleksibel.
Kini, tak ada alasan lagi untuk menunda pendidikan. Siapkah Anda menghadapi masa depan di Era 4.0?



