TANGERANG SELATAN – Menyelesaikan pendidikan tinggi bukan sekadar tentang memperoleh gelar, tetapi juga tentang bagaimana ilmu dan karakter digunakan untuk menghadapi tantangan kehidupan. Pesan inilah yang mengemuka dalam Seminar Wisuda Universitas Terbuka (UT) Tahun Akademik 2026/2027 Ganjil Wilayah 1 yang digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Senin (26/10/2026).
Mengusung tema “Generasi Cerdas, Berintegritas, dan Siap Mendunia”, kegiatan ini menjadi ruang bagi calon wisudawan untuk mempersiapkan diri menghadapi tahap berikutnya setelah kuliah. Sebanyak 2.183 calon wisudawan dari 12 UT Daerah yaitu Banda Aceh, Medan, Batam, Padang, Pekanbaru, Jambi, Bengkulu, Jakarta, Surakarta, Malang, Majene, Gorontalo dan UT Layanan Luar Negeri dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada hari berikutnya. Bekal yang mereka perlukan tidak berhenti pada pengetahuan akademik, tetapi juga mencakup karakter, kemampuan beradaptasi, dan kemauan untuk terus belajar.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., yang membuka seminar, menekankan bahwa keberhasilan membutuhkan perjuangan, pengorbanan, kedisiplinan, dan ketekunan. Ia mengingatkan para calon wisudawan untuk terus mengasah kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan beradaptasi dengan perubahan di tengah perkembangan teknologi dan persaingan global. “Perkembangan teknologi dan persaingan global menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus mengembangkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perubahan,” ujarnya.
Selain kemampuan tersebut, Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam membangun kepercayaan. Para lulusan perlu menjunjung kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan konsistensi dalam setiap langkah. Sementara itu, kesiapan untuk bersaing di tingkat global bukan berarti meninggalkan identitas bangsa, melainkan membawa nilai-nilai Indonesia melalui karya dan kontribusi di berbagai lingkungan.

Pesan tersebut diperdalam oleh narasumber utama, Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., Sekretaris Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi juga tercermin dari kiprah alumninya setelah menyelesaikan pendidikan. Pengetahuan dan kecerdasan dapat membuat seseorang dikagumi, tetapi karakterlah yang membangun kepercayaan.
Karena itu, para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu untuk menjawab persoalan nyata, meningkatkan kompetensi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kesiapan menghadapi dunia kerja juga menuntut kemauan untuk terus mengembangkan keterampilan, sebab proses belajar tidak serta-merta berakhir ketika seseorang memperoleh ijazah.
Makna pembelajaran sepanjang hayat tersebut tercermin dalam kisah Ika Mustikawati, 68 tahun, yang menempuh pendidikan magister Ilmu Administrasi Bidang Minat Administrasi Publik di UT Jakarta. Semangat Ika menunjukkan bahwa kesempatan untuk mengembangkan diri tidak terbatas pada usia tertentu. Pendidikan yang membuka ruang bagi beragam kalangan menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan SDG 4, yaitu pendidikan berkualitas yang mendukung kesempatan belajar sepanjang hayat. Pada saat yang sama, peningkatan kompetensi dan kemampuan beradaptasi juga menjadi bekal untuk mendukung pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, sebagaimana tercermin dalam SDG 8.
Selain pembekalan bagi calon wisudawan, seminar ini diisi dengan sosialisasi Tracer Study alumni oleh Teguh Muhammad Ilham, S.Kom., sosialisasi Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) oleh Aye Ekaryati, S.Pd., serta sesi motivasi oleh Prof. Dr. Maximus Gorky Sembiring, M.Sc.. Rangkaian tersebut memperkuat pesan bahwa kelulusan merupakan awal dari perjalanan baru untuk mengembangkan karier, memperluas jejaring, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, UT memperkuat kerja sama kelembagaan dengan Universitas La Tansa Mashiro (UNILAM), Rangkasbitung, Banten. Kedua perguruan tinggi melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UT dan FEB UNILAM yang dilakukan secara desk to desk, . Cakupannya meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya. Kolaborasi ini diharapkan memperluas pertukaran pengetahuan dan memperkuat pelaksanaan Tridharma di kedua institusi.
Melalui seminar dan penguatan kolaborasi tersebut, UT menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi juga pada pembentukan individu yang berpengetahuan, berintegritas, dan mampu memberi dampak. Sebab, keberhasilan pendidikan pada akhirnya tidak hanya terlihat dari gelar yang diperoleh, tetapi juga dari nilai dan kontribusi yang dibawa lulusan untuk masyarakat.



