PADANG — Banjir bandang tidak hanya menyisakan persoalan bagi warga terdampak, tetapi juga menghadirkan tantangan bagi institusi pendidikan untuk kembali menjalankan aktivitasnya. Semangat inilah yang tercermin dalam langkah Universitas Terbuka (UT) Padang saat menyalurkan bantuan kepada salah satu sekolah mitranya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Bantuan diserahkan oleh Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, kepada Kepala SMKN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan, Aprison, pada Selasa (20/10/2026). Sekolah yang terdampak banjir bandang tersebut merupakan salah satu mitra UT dalam penyelenggaraan ujian mahasiswa.
Direktur UT Padang menyampaikan keprihatinannya atas bencana yang menimpa sekolah tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan dukungan moral bagi pihak sekolah dalam menghadapi masa pemulihan.
“Kami turut prihatin atas bencana banjir bandang yang berdampak pada SMKN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat memberikan dukungan dan semangat bagi pihak sekolah untuk menghadapi situasi pascabencana,” ujar Mery Berlian.
Bagi UT, hubungan dengan sekolah mitra memiliki makna lebih luas dari sekadar pelaksanaan kegiatan akademik. Kehadiran UT di tengah situasi pascabencana menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap tantangan yang dihadapi pihak sekolah.
Kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dalam konteks yang lebih luas, upaya menjaga keberlangsungan pendidikan juga berkaitan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dan merata.
Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung layanan pendidikan. Melalui hubungan yang berkelanjutan dengan sekolah mitra, UT berupaya menjaga kolaborasi yang bermanfaat bagi kedua institusi dan masyarakat.



