Kuliah Makin Mudah? 43 SALUT UT Purwokerto Siapkan Layanan yang Lebih Adaptif

Purwokerto — Bagaimana memastikan mahasiswa mendapat informasi yang tepat tanpa harus kebingungan mencari jawaban? Pertanyaan ini menjadi salah satu hal penting yang mendorong Universitas Terbuka (UT) Purwokerto memperkuat kualitas layanan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) melalui Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) pada 17–18 Oktober 2026.

Mengusung tema “Satu Standar, Satu Semangat, Menghadirkan Pelayanan UT yang Profesional dan Terpercaya”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja, menyelaraskan standar pelayanan, dan merancang pengembangan layanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Terlebih, mahasiswa masa kini membutuhkan bukan hanya informasi yang akurat, tetapi juga prosedur yang mudah dipahami dan respons yang cepat.

Kebutuhan tersebut membuat peran pengelola SALUT semakin penting. Sebab, kemudahan mahasiswa menjalani perkuliahan turut dipengaruhi oleh kualitas informasi dan pendampingan yang mereka terima. Untuk itu, RAKORDA menjadi ruang bagi pengelola untuk menyamakan pemahaman sekaligus memperkuat kemampuan dalam memberikan pelayanan yang profesional dan responsif.

Penguatan tersebut dimulai dari pemahaman mengenai arah pengembangan layanan UT. Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menyampaikan materi tentang perkembangan Universitas Terbuka, optimalisasi peran SALUT menuju standardisasi layanan unggul, serta evaluasi kinerja untuk mewujudkan pelayanan prima. Melalui pembahasan ini, peningkatan kualitas layanan ditempatkan sebagai proses berkelanjutan yang membutuhkan standar jelas dan evaluasi berkala.

Selain arah pengembangan, koordinasi operasional juga menjadi perhatian. Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian, Hendy Yudoko, S.P., membahas arah kerja, layanan mahasiswa, dan penguatan koordinasi. Diskusi serta perencanaan program SALUT turut dilakukan dengan pendampingan Penanggung Jawab Wilayah (PJW) masing-masing agar program yang disusun lebih terarah dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa di setiap wilayah.

Tak berhenti pada koordinasi dan perencanaan, pengelola juga perlu memahami informasi akademik yang dibutuhkan mahasiswa sehari-hari. Karena itu, Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni, Drs. Suhartono, M.Si., membahas kegiatan kemahasiswaan, ketentuan pelaksanaan tutorial, serta jadwal penting di UT. Pemahaman ini menjadi bekal agar pengelola dapat menyampaikan informasi secara tepat dan membantu mahasiswa merencanakan kegiatan akademiknya.

Kebutuhan untuk menyamakan standar tersebut semakin relevan mengingat luasnya jaringan layanan UT Purwokerto. Saat ini, terdapat 43 SALUT yang tersebar di tujuh kabupaten dan satu kota, yakni Kebumen, Cilacap, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, serta Kota Tegal. Jaringan ini menjadi penghubung antara UT dan mahasiswa, khususnya mereka yang membutuhkan akses layanan lebih dekat dengan tempat tinggal.

Dengan jangkauan tersebut, tantangannya bukan sekadar memastikan layanan tersedia, melainkan juga menjaga kualitasnya tetap konsisten. Salah satu upaya memperkaya pengalaman pengelola dilakukan melalui sesi berbagi praktik baik dari SALUT yang memiliki sekitar 3.000 mahasiswa dan dinilai memiliki pelayanan yang baik. SALUT tersebut didukung sarana dan prasarana memadai serta pelatihan terkait perkembangan artificial intelligence (AI).

Pengalaman itu membuka ruang pembelajaran bagi pengelola lain untuk mengembangkan layanan dan meningkatkan kompetensi. Meski teknologi dapat membantu pekerjaan menjadi lebih efektif, pelayanan tetap membutuhkan komunikasi yang baik, keterampilan interpersonal, dan kepedulian terhadap kendala mahasiswa. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi tidak menghilangkan aspek manusiawi dalam pelayanan.

Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung akses pendidikan dan lingkungan belajar yang lebih baik.

Pada akhirnya, layanan yang baik bukan hanya tentang seberapa cepat urusan selesai, tetapi juga seberapa mudah mahasiswa mendapatkan bantuan yang mereka perlukan. Melalui penyelarasan standar, penguatan kompetensi, dan pemanfaatan teknologi, 43 SALUT UT Purwokerto diharapkan semakin mampu menjadi mitra mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi.