Mendengar Lebih Dekat, Berbenah Lebih Tepat: Langkah UT Majene Tingkatkan Layanan

MAJENE – Sebuah layanan pendidikan tidak hanya dibangun dari apa yang direncanakan, tetapi juga dari apa yang dirasakan oleh mereka yang menggunakannya. Karena itu, sebelum menentukan apa yang perlu diperbaiki, Universitas Terbuka (UT) Majene memilih untuk terlebih dahulu mendengar. Suara mahasiswa dan mitra dihimpun melalui Survei Kepuasan Mahasiswa dan Mitra Tahun 2026 yang berlangsung di UT Majene, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pusat Riset Inovasi Pendidikan Jarak Jauh UT untuk memperoleh umpan balik mengenai pengalaman mahasiswa sekaligus kualitas kemitraan yang selama ini terjalin. Masukan yang dihimpun menjadi bahan evaluasi untuk melihat apa yang telah berjalan dengan baik dan bagian mana yang masih perlu diperkuat, sehingga layanan UT dapat terus berkembang sesuai kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.

Pelaksanaan survei di UT Majene dikoordinasikan langsung oleh Kepala Pusat Riset Inovasi Pendidikan Jarak Jauh UT, Prof. Dr. Etty Puji Lestari, S.E., M.Si. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang dipandu Marwa, S.S., kemudian secara resmi dibuka oleh Direktur UT Majene, Devi Ayuni, S.E., M.Si.

Dalam kesempatan tersebut, Devi menekankan pentingnya partisipasi mahasiswa dan mitra dalam memberikan masukan. Menurutnya, pengalaman yang disampaikan melalui survei menjadi bagian penting bagi UT untuk memahami kebutuhan pengguna layanan sekaligus mendorong perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Hasil survei akan menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan berbagai langkah perbaikan guna menghadirkan layanan yang semakin berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” ujar Devi.

Untuk memperoleh gambaran tersebut, penjaringan suara dilakukan secara langsung. Pada sisi mahasiswa, pengisian instrumen survei dipandu oleh Harnanda Himawan Putra, S.Si., selaku Pengadministrasi Data dan Informasi pada Pusat Riset Inovasi Pendidikan Jarak Jauh.

Pendampingan diberikan agar mahasiswa dapat memahami setiap instrumen dengan baik sehingga data yang dihimpun mampu menggambarkan tingkat kepuasan secara lebih akurat dan objektif.

Namun, suara yang dihimpun tidak hanya berasal dari mahasiswa. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh, UT Majene juga menjangkau sejumlah mitra yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan UT dalam menghadirkan manfaat pendidikan di tengah masyarakat.

Salah satunya melalui kunjungan ke Desa Palipi Soreang yang telah berkolaborasi dengan UT Majene dalam berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kunjungan tersebut menjadi ruang bagi UT untuk memperoleh masukan mengenai kualitas kerja sama yang telah berjalan sekaligus menggali peluang pengembangan kemitraan pada masa mendatang.

Rangkaian survei kemudian berlanjut ke Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Delima Banggae, salah satu mitra strategis UT Majene dalam mendukung pelayanan mahasiswa. SALUT memiliki peran penting sebagai penghubung layanan UT dengan mahasiswa di daerah, terutama dalam memperluas akses dan menghadirkan kemudahan layanan pendidikan jarak jauh.

Upaya untuk mendengar pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan dengan mitra menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berbicara mengenai proses pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana layanan dapat hadir lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks tersebut, penguatan kualitas layanan dan akses pendidikan turut menjadi bagian dari upaya UT dalam mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, sementara kolaborasi dengan Desa Palipi Soreang dan SALUT Delima Banggae mencerminkan pentingnya SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Pada akhirnya, survei kepuasan bukan sekadar tentang angka atau persentase. Di balik setiap jawaban terdapat pengalaman mahasiswa, harapan mitra, dan suara masyarakat yang menjadi pengingat bahwa kualitas pendidikan perlu terus tumbuh mengikuti kebutuhan zaman.

Dari suara-suara itulah UT Majene dapat terus belajar dan berbenah, sekaligus memastikan layanan pendidikan jarak jauh tetap hadir semakin dekat dengan mereka yang dilayani.