Perluas Pengalaman dan Jejaring, UT Purwokerto Sosialisasikan Magang ke Taiwan

PURWOKERTO — Pengalaman profesional tidak selalu dimulai setelah seseorang lulus kuliah. Mengenal peluang kerja, memahami lingkungan profesional, dan mempersiapkan diri menghadapi perbedaan budaya dapat menjadi bagian dari proses belajar sejak masih menjadi mahasiswa.

Semangat itulah yang diangkat Universitas Terbuka (UT) Purwokerto melalui Sosialisasi Program Magang ke Taiwan yang diikuti 31 peserta pada Senin, 5 Oktober 2026. Bertempat di Ruang Tutorial Lantai 3, kegiatan ini memperkenalkan peluang pengalaman internasional sekaligus memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk menggali informasi secara langsung dari narasumber.

Bagi UT Purwokerto, pengembangan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan akses pendidikan tinggi, tetapi juga kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan dunia profesional.

Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni UT Purwokerto, Drs. Suhartono, M.Si., membuka kegiatan tersebut. Sementara itu, Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian UT Purwokerto, Hendy Yudoko, D.P., berharap mahasiswa dapat memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri yang tersedia.

Menurut Hendy, akses pendidikan perlu berjalan beriringan dengan kesempatan untuk berkembang dan memperoleh pengalaman yang relevan dengan dunia kerja. Program magang internasional menjadi salah satu peluang yang dapat dipertimbangkan mahasiswa untuk mempersiapkan karier sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, dan memahami budaya kerja yang berbeda.

Dalam sosialisasi tersebut, Sandra Aristha, S.E., M.I.Kom., dari PT Yuzhong Indonesia hadir sebagai narasumber untuk memberikan informasi mengenai Program Magang ke Taiwan. Pemaparan berlangsung selama 45 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 25 menit. Melalui dialog tersebut, peserta berkesempatan memperdalam pemahaman dan menggali informasi sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya.

Hendy menegaskan bahwa kampus berperan membuka akses dan memperkenalkan berbagai kesempatan pengembangan mahasiswa. Namun, mahasiswa juga perlu mengambil peran aktif dengan mempersiapkan diri dan bersungguh-sungguh meningkatkan kompetensi.

Kesiapan akademik, kemampuan komunikasi, mental, serta adaptasi menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan ketika menghadapi lingkungan kerja internasional. Karena itu, informasi yang diperoleh melalui sosialisasi diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi bahan pertimbangan dalam merencanakan pengembangan akademik dan profesional.

Bagi 31 peserta, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mengenal peluang magang internasional dan merencanakan pengembangan diri secara lebih terarah.

Upaya tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Melalui pengenalan peluang pengembangan kompetensi di tingkat internasional, UT Purwokerto berupaya memperluas perspektif mahasiswa mengenai kesempatan belajar dan berkembang di luar lingkungan kampus.

Pada akhirnya, peluang global akan memberikan manfaat ketika disambut dengan kesiapan dan kemauan untuk terus belajar. Dari Purwokerto, pengenalan program magang internasional diharapkan menjadi awal bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.