BENGKULU – Sebanyak 586 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Bengkulu mengikuti Seminar Akademik di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Sabtu (19/9/2026). Menjelang wisuda, mereka mendapat pembekalan untuk membawa bekal yang lebih dari sekadar gelar: integritas, kemampuan beradaptasi, dan semangat menghasilkan karya yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Seminar tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan menjelang prosesi wisuda UT Bengkulu pada Minggu (20/9/2026). Tahun ini, seminar mengangkat tema “Mencetak Generasi yang Berintegritas, Menginspirasi, dan Berdampak”.
Direktur UT Bengkulu Anton Robiansyah mengatakan, wisuda merupakan penanda selesainya satu tahapan pendidikan, bukan akhir dari proses belajar. Menurut dia, ijazah menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki bekal untuk menghadapi tahapan kehidupan selanjutnya.
“Ijazah itu bukan sebuah alasan untuk berhenti belajar, tetapi bukti bahwa saudara siap memasuki tahap kehidupan yang lebih besar,” kata Anton.
Karena itu, Anton mengajak calon wisudawan melihat masa depan tidak hanya dari sisi pekerjaan. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka perlu menentukan pribadi seperti apa yang ingin dibangun dan manfaat apa yang dapat diberikan kepada orang lain.
“Setelah wisuda, jangan hanya bertanya, saya akan bekerja di mana. Tetapi tanyakan pula, saya ingin menjadi siapa dan apa yang bisa saya berikan kepada orang lain,” ujarnya.
Pertanyaan tersebut, lanjut Anton, berkaitan erat dengan integritas. Bagi calon lulusan yang sudah bekerja maupun yang akan memasuki dunia kerja, pendidikan perlu diterjemahkan menjadi sikap dan tanggung jawab dalam menjalankan peran.
Hal itu berlaku bagi lulusan yang berprofesi sebagai guru, aparatur sipil negara (ASN), karyawan swasta maupun pelaku usaha. Anton mengingatkan agar pekerjaan tidak dilakukan sekadar untuk menyelesaikan kewajiban.
“Jangan hanya bekerja asal selesai, tetapi selesaikan pekerjaan secara berkualitas,” katanya.
Selain integritas, kemampuan untuk beradaptasi dan berani menghadapi tantangan juga diperlukan. Anton menyebut, inspirasi tidak selalu berasal dari seseorang yang memiliki posisi atau pencapaian besar. Keberanian memulai sesuatu, menghadapi kesulitan, dan bangkit dari kegagalan juga dapat memberikan inspirasi.
Hal tersebut juga menjadi bekal bagi mahasiswa yang ingin memilih jalur kewirausahaan. Dalam seminar, Owner Kerupuk Tuiri M Rofiq Akbar berbagi pengalaman mengenai perjalanan membangun usaha.
Anton mengatakan, membangun bisnis membutuhkan kesiapan menghadapi berbagai persoalan, mulai dari modal, pengelolaan usaha hingga mempertahankan bisnis.
“Karena sektor bisnis atau wirausaha itu tidak semudah yang kita bayangkan. Banyak tantangan yang kita hadapi dan bagaimana cara kita mengelola itu semua sehingga menjadikan kita sukses,” tuturnya.
Di sisi lain, Anton menilai kemampuan membangun jejaring juga penting dalam perjalanan karier maupun kehidupan. Ia mendorong para calon wisudawan memperluas pergaulan dan menjaga hubungan baik dengan lingkungan.
“Networking dengan orang itu sangat penting, karena rezeki kita bukan hanya dari satu orang, tetapi bisa datang dari banyak orang,” ujarnya.
Di balik pencapaian akademik tersebut, Anton juga mengingatkan calon wisudawan untuk tidak melupakan keluarga dan orang-orang yang telah mendukung perjalanan mereka. Doa, perjuangan, pengorbanan, dan kepercayaan dari orang terdekat menjadi bagian dari proses hingga mereka mencapai tahap kelulusan.
Ia berharap lulusan UT Bengkulu dapat menggunakan ilmu dan pengalaman yang diperoleh untuk menghasilkan karya dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya menjadi lulusan yang selesai kuliah, jadilah lulusan yang setelah kuliah mampu menciptakan karya, menghadirkan dampak dan meninggalkan jejak kebaikan,” ucapnya.
Sehari sebelum mengenakan toga, 586 calon wisudawan UT Bengkulu pun membawa satu pesan untuk perjalanan setelah kampus: kelulusan bukan hanya tentang gelar yang bertambah di belakang nama. Ilmu perlu diterjemahkan menjadi kualitas kerja, integritas, karya, dan manfaat bagi orang lain. “Jangan hanya menjadi lulusan yang selesai kuliah, jadilah lulusan yang setelah kuliah mampu menciptakan karya, menghadirkan dampak dan meninggalkan jejak kebaikan,” pesan Anton.
Semangat tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama melalui penguatan pembelajaran sepanjang hayat, kesiapan memasuki dunia kerja, dan kewirausahaan.



