Kuliah Sambil Mondok, SALUT Mukomuko Gandeng Pesantren AFNA Perluas Akses Pendidikan

MUKOMUKO – Kuliah di perguruan tinggi kini semakin dekat bagi masyarakat di Kecamatan Air Dikit, Penarik, dan wilayah sekitarnya. Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Mukomuko resmi menggandeng Pondok Pesantren Al Fattah Nailul Anwar (AFNA) di Desa Sari Makmur, Kecamatan Air Dikit, untuk memperluas akses layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah tersebut

Melalui kerja sama tersebut, masyarakat tidak hanya bisa mendapatkan layanan pendaftaran dan informasi Universitas Terbuka (UT) di lingkungan pesantren, tetapi juga berpeluang menjalani perkuliahan sekaligus mondok di Ponpes AFNA.

Kepala SALUT Mukomuko H. Ruslan, S.Pd., M.Pd.,  mengatakan, pendaftaran mahasiswa UT melalui Ponpes AFNA dijadwalkan mulai dibuka pada 10 Oktober 2026. Kehadiran layanan tersebut diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala jarak, waktu, maupun biaya ketika ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Bagi masyarakat yang ingin kuliah di Universitas Terbuka, bisa mendaftarkan diri langsung di Ponpes AFNA,” ujar Ruslan.

Selain pendaftaran, kegiatan perkuliahan nantinya direncanakan dapat berlangsung di lingkungan Ponpes AFNA. Dengan begitu, mahasiswa dari Air Dikit, Penarik, dan daerah sekitar tidak harus selalu datang ke pusat layanan SALUT di Mukomuko untuk mengikuti kegiatan perkuliahan.

Skema ini juga menjadi menarik karena mahasiswa memiliki kesempatan untuk kuliah sambil mondok. Artinya, mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal dapat sekaligus berada di lingkungan pesantren yang mendukung aktivitas pendidikan.

“Tidak hanya itu. Mahasiswa UT juga memiliki peluang untuk mondok sekaligus kuliah di Ponpes AFNA. Konsep tersebut diharapkan menjadi nilai tambah tersendiri, terutama bagi mahasiswa yang membutuhkan tempat tinggal sekaligus lingkungan pendidikan yang mendukung proses belajar,” jelas Ruslan.

Kerja sama tersebut juga sejalan dengan semangat memperluas akses pendidikan. Bagi masyarakat di wilayah yang relatif jauh dari pusat layanan pendidikan tinggi, keberadaan layanan UT di lingkungan pesantren dapat membantu mengurangi hambatan geografis sekaligus biaya perjalanan.

Model pendidikan UT yang fleksibel turut memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap menjalankan pekerjaan atau aktivitas lain sambil menempuh pendidikan tinggi. Dengan demikian, kesempatan kuliah tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang bisa meninggalkan aktivitas sehari-hari untuk belajar di kampus.

Pengasuh Ponpes AFNA KH Miftahul Huda Alhakimi atau Gus Huda menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengapresiasi kepercayaan SALUT Mukomuko yang menjadikan Ponpes AFNA sebagai salah satu tempat layanan dan rencana pelaksanaan kegiatan perkuliahan UT.

Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan langkah positif untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan.

Jika dilihat lebih luas, inisiatif ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memperluas kesempatan memperoleh pendidikan yang inklusif dan mudah diakses. Kolaborasi perguruan tinggi dan pesantren menunjukkan bahwa akses pendidikan dapat dibangun lebih dekat dengan masyarakat, tanpa harus menghilangkan karakter lingkungan belajar yang sudah ada.

Dengan hadirnya layanan UT di Ponpes AFNA, pilihan bagi masyarakat Mukomuko untuk melanjutkan pendidikan pun semakin terbuka: kuliah tetap jalan, aktivitas tetap berjalan, dan bagi yang membutuhkan, mondok pun bisa menjadi bagian dari perjalanan pendidikan.