Akses pendidikan tinggi tidak seharusnya ditentukan oleh letak geografis. Namun, bagi sebagian masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), jarak dan kondisi wilayah masih menjadi tantangan nyata untuk melanjutkan pendidikan. Berangkat dari semangat menghadirkan kesempatan belajar yang lebih merata, Universitas Terbuka (UT) Kupang dan Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) memperkuat kolaborasi guna memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat di seluruh wilayah NTT.
Audiensi dihadiri Direktur UT Kupang Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., Wakil Ketua Sinode GMIT Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th., serta Manajer Perluasan Daya Jangkau, Registrasi dan Ujian UT Kupang Yusinta N. Fina, S.Sos., M.Si. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat NTT melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh Universitas Terbuka.
Dalam pertemuan itu, UT Kupang dan Sinode GMIT membahas berbagai peluang kemitraan yang dapat dikembangkan, khususnya bagi warga GMIT dan masyarakat NTT. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, kolaborasi ini diharapkan mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas tanpa terkendala jarak, waktu, maupun kesibukan pekerjaan.
Direktur UT Kupang, Dr. Albert Gamot Malau, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa UT terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang mudah diakses, fleksibel, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, kemitraan dengan Sinode GMIT merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya mendorong pemerataan akses pendidikan yang menjadi bagian dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 4, Pendidikan Berkualitas, yaitu memastikan pendidikan yang inklusif, setara, dan membuka kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Melalui kolaborasi lintas lembaga, akses pendidikan tinggi diharapkan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat hingga ke berbagai wilayah di NTT.
Wakil Ketua Sinode GMIT, Pdt. Saneb Y. Ena Blegur, S.Th., menyambut baik terjalinnya sinergi tersebut. Dengan jaringan pelayanan GMIT yang tersebar di berbagai daerah di NTT, kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi jemaat dan masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi.
Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, Universitas Terbuka terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar layanan pendidikan dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah. Kehadiran Yusinta N. Fina, S.Sos., M.Si., dalam audiensi tersebut turut menegaskan komitmen UT Kupang untuk memperluas akses pendidikan melalui berbagai program kemitraan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi ini juga mencerminkan semangat SDGs poin 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang menekankan pentingnya kerja sama antarlembaga dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi masyarakat. Sinergi antara institusi pendidikan dan organisasi keagamaan menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat pemerataan akses pendidikan di Nusa Tenggara Timur.
Audiensi antara UT Kupang dan Sinode GMIT menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Kolaborasi yang dibangun diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat NTT untuk meraih pendidikan tinggi yang berkualitas sebagai bekal meningkatkan daya saing daerah.
Dengan semangat “Bersama mencerdaskan, bersama melayani, untuk NTT yang lebih maju,” UT Kupang dan Sinode GMIT terus memperkuat kemitraan dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa batas.



