Kuliah Fleksibel Saja Tidak Cukup, UT Purwokerto Bekali Mahasiswa dengan Strategi Belajar dan Kesehatan Mental

Bagi sebagian orang, melanjutkan pendidikan tinggi bukan sekadar soal diterima di perguruan tinggi. Tantangan sesungguhnya justru datang setelahnya: membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah, mengurus keluarga, menghadapi tekanan akademik, hingga menjaga kesehatan mental di tengah rutinitas yang padat. Di tengah berbagai tantangan itu, kehadiran sistem pendidikan yang fleksibel sekaligus memberikan pendampingan menjadi kebutuhan penting. Kesadaran itulah yang terus diperkuat Universitas Terbuka (UT), perguruan tinggi negeri yang selama puluhan tahun membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang tanpa dibatasi usia, pekerjaan, maupun lokasi tempat tinggal.

Komitmen tersebut kembali terlihat melalui kegiatan Bimbingan Akademik dan Edukasi Kesehatan Mental yang diselenggarakan UT Purwokerto di Gedung UT Purwokerto lantai 3, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 13.00 WIB itu diikuti puluhan mahasiswa dan menjadi bagian dari upaya UT untuk memastikan mahasiswa tidak hanya mendapatkan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga pendampingan yang dibutuhkan agar mampu menyelesaikan studi dengan baik.

Di tengah berkembangnya sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), mahasiswa dituntut memiliki kemampuan belajar yang mandiri sekaligus mampu menjaga keseimbangan antara kehidupan akademik dan aktivitas sehari-hari. Karena itu, UT Purwokerto menghadirkan program yang menggabungkan penguatan akademik dan edukasi kesehatan mental dalam satu rangkaian kegiatan.

Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pemahaman terhadap sistem pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan mahasiswa selama menempuh pendidikan di Universitas Terbuka.

Selain memperkenalkan berbagai layanan akademik yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, ia juga menyampaikan perkembangan Universitas Terbuka yang terus bertransformasi sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Menurutnya, transformasi tersebut semakin memperkuat komitmen UT dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas, fleksibel, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Mahasiswa perlu memahami sistem akademik yang dijalani, termasuk strategi belajar yang efektif, pemanfaatan teknologi pendukung pembelajaran, hingga kesiapan menghadapi berbagai bentuk evaluasi akademik,” ujarnya.

Prasetyarti menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa di Universitas Terbuka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Dalam sistem pembelajaran yang memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk belajar dari mana saja, kemandirian, kedisiplinan, kemampuan mengatur waktu, serta kesiapan beradaptasi dengan teknologi menjadi modal yang tidak kalah penting.

Melalui pendekatan tersebut, UT berupaya membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya memberi kesempatan kuliah kepada masyarakat luas, tetapi juga membantu mahasiswa berkembang dan bertahan hingga menyelesaikan pendidikan.

Pembekalan akademik kemudian dilanjutkan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UT, Indah Setia Utami, S.E., M.Si. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai strategi sukses menjalani perkuliahan di Universitas Terbuka. Materi yang disampaikan mencakup penyusunan jadwal belajar yang efektif, pembangunan motivasi belajar mandiri, pemanfaatan layanan akademik secara optimal, hingga persiapan menghadapi berbagai bentuk evaluasi pembelajaran dan Ujian Akhir Semester (UAS).

Materi tersebut mendapat perhatian besar dari peserta karena dinilai sangat dekat dengan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari. Tidak sedikit mahasiswa UT yang harus menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga ibu rumah tangga yang tetap ingin melanjutkan pendidikan tinggi.

Untuk membantu mahasiswa lebih siap menghadapi proses evaluasi akademik, UT Purwokerto juga menghadirkan Ichwanudin, S.Kom. sebagai pemateri. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai aplikasi ujian yang digunakan Universitas Terbuka beserta berbagai prosedur teknis yang perlu dipahami sebelum mengikuti ujian.

Pembekalan tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa menjalani ujian dengan lebih percaya diri dan memahami seluruh ketentuan yang berlaku.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, Universitas Terbuka juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswa. Melalui materi yang disampaikan Kurniasih Dwi P., Psi., M.Psi., peserta diajak memahami pentingnya menjaga kondisi psikologis selama menjalani perkuliahan.

Dalam paparannya, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai cara mengenali stres akademik sejak dini, membangun resiliensi, mengelola emosi secara sehat, serta menjaga keseimbangan antara aktivitas belajar, pekerjaan, dan kehidupan pribadi. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar mahasiswa tetap produktif dan mampu menghadapi berbagai tekanan selama masa studi.

Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana diskusi tampak hidup dan interaktif. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar strategi belajar yang efektif, penggunaan aplikasi ujian, cara menjaga motivasi belajar, hingga langkah-langkah menjaga kesehatan mental saat menghadapi berbagai tantangan perkuliahan.

Antusiasme mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan pendidikan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan materi pembelajaran, tetapi juga pendampingan yang mampu menjawab kebutuhan akademik dan psikologis secara seimbang.

Melalui kegiatan Bimbingan Akademik dan Edukasi Kesehatan Mental, UT Purwokerto kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi negeri yang tidak hanya membuka akses pendidikan bagi masyarakat luas, tetapi juga mendampingi mahasiswa dalam setiap tahapan perjalanan akademiknya. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Di tengah tuntutan zaman yang terus berubah, pendidikan tinggi membutuhkan pendekatan yang semakin inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. Melalui sistem pembelajaran yang fleksibel, dukungan teknologi yang terus berkembang, serta berbagai program pendampingan seperti ini, Universitas Terbuka menunjukkan bahwa pendidikan berkualitas dapat hadir tanpa batas ruang, waktu, maupun latar belakang. Tidak hanya membuka jalan menuju bangku kuliah, UT juga berupaya memastikan setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, berhasil, dan meraih masa depan yang lebih baik.