Tangerang Selatan – Di ketinggian lantai 23 JB Tower, sebuah program strategis bagi jutaan alumni Universitas Terbuka (UT) tengah dirancang. Pertemuan antara Pengurus Pusat Ikatan Alumni (IKA-UT) dengan Dewan Pakar pada Senin (7/4/2026) ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan momentum untuk mematangkan strategi besar organisasi tahun 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor MRT Jakarta tersebut dihadiri oleh Ketua Harian PP IKA-UT, Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara, S.I.P., bersama Sekretaris Jenderal Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., BMgt., M.M., M.A. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Sekretaris Dewan Pakar IKA-UT sekaligus Komisaris MRT Jakarta, KRAT. H Leles Sudarmanto Mangun Nagoro, guna membahas peta jalan organisasi ke depan.
Sebagai institusi yang menjadi pionir pendidikan jarak jauh, Universitas Terbuka (UT) memiliki misi besar dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan tanpa batasan geografis. Semangat inklusivitas ini pula yang dibawa IKA-UT dalam merancang program e-KTA (Kartu Tanda Anggota Elektronik) yang menjadi salah satu agenda utama pembahasan.
Sekretaris Dewan Pakar IKA-UT, Leles Sudarmanto, menjelaskan bahwa inovasi e-KTA ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi para lulusan. IKA-UT tengah menjajaki kerja sama strategis dengan MRT Jakarta untuk mengintegrasikan kartu tersebut dengan fungsi pembayaran elektronik (e-money).
“Kami ingin e-KTA ini memberikan nilai tambah. Nantinya, kartu ini bisa digunakan sebagai alat pembayaran transportasi umum, seperti MRT dan moda transportasi berbasis listrik lainnya,” ujar Leles usai pertemuan.
Integrasi kartu alumni dengan sistem transportasi massal ini merupakan wujud kontribusi nyata IKA-UT terhadap agenda global. Secara natural, inisiatif ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan jejaring alumni yang inklusif, serta SDG 11 (Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan).
Dengan mendorong alumni beralih ke transportasi publik berbasis energi terbarukan, IKA-UT turut mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon. Hal ini selaras dengan upaya mitigasi perubahan iklim (SDG 13) yang kini menjadi fokus pembangunan nasional.
Selain inovasi digital, pertemuan ini menjadi jembatan menuju Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IKA-UT 2026. Leles Sudarmanto menyatakan komitmennya untuk memediasi sumbatan komunikasi yang sempat terjadi antara Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah, terutama terkait implementasi e-KTA.
“Kami ingin memastikan ada kesamaan pemahaman di seluruh tingkatan pengurus. Konsolidasi ini penting agar IKA-UT tetap solid dalam melayani alumni yang tersebar dari pelosok negeri hingga mancanegara,” tambahnya.
Sebagai wadah bagi lulusan perguruan tinggi negeri dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia, IKA-UT berkomitmen membuktikan bahwa pendidikan tinggi berkualitas kini dapat dinikmati siapa saja. Melalui kolaborasi lintas sektor, IKA-UT berharap peran alumni semakin dirasakan manfaatnya secara luas bagi masyarakat dan lingkungan hidup.


