IKA UT Lampung Dilantik, Perkuat Peran Alumni dalam Jejaring dan Pengabdian Masyarakat

Ikatan Alumni Universitas Terbuka (IKA UT) Wilayah Lampung resmi memiliki kepemimpinan baru. Pengurus masa bakti 2025–2030 dilantik pada Sabtu, 21 Februari 2026, di Universitas Terbuka (UT) Bandar Lampung. Pelantikan ini menjadi penanda penguatan peran alumni dalam ekosistem kampus yang mengusung akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh.

Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal IKA UT, Nyimas Dewi Ratih Kamil, S.AP., BMgt., M.M., M.A., mewakili Ketua Umum IKA UT Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Acara dihadiri perwakilan pemerintah daerah, pimpinan Sentra Layanan UT se-Provinsi Lampung, pegiat literasi Komunitas Minat Baca Indonesia (KMBI) Lampung Gunawan Handoko, serta Direktur UT Bandar Lampung, Dra. Sri Ismulyaty, M.Si.

Kepengurusan baru dipimpin Dr. Ir. Andi Wijaya, S.T., M.M. Kehadirannya diharapkan memperkuat sinergi alumni dan almamater. Bagi Universitas Terbuka, alumni dipandang sebagai mitra strategis dalam memperluas dampak pendidikan ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Nyimas Dewi Ratih menegaskan bahwa IKA UT bergerak menuju organisasi alumni yang modern dan adaptif berbasis transformasi digital. Menurutnya, sebagai pelopor pendidikan jarak jauh, alumni UT perlu berada di garis depan pemanfaatan teknologi.

“Kita sedang mengembangkan dan mengintegrasikan database, memperkuat ekosistem digital, serta memastikan setiap alumni dari Sabang hingga Merauke, termasuk yang di luar negeri, terhubung dalam satu sistem,” ucapnya.

Ia menekankan pengurus IKA UT memiliki tanggung jawab moral menjadi penghubung aktif antara alumni dan kampus. “Jangan hanya tercantum dalam SK tanpa jejak di lapangan. Jadilah jembatan antara alumni dan almamater serta penghubung dengan peluang strategis. Inovasi dapat dimulai dari hal-hal kecil yang manfaatnya langsung dirasakan alumni di Lampung,” pesannya.

Direktur UT Bandar Lampung, Sri Ismulyaty, menegaskan keberadaan IKA UT merupakan perpanjangan tangan universitas dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan kontribusi lulusan. Sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh UT, menurutnya, tidak berhenti pada proses wisuda, tetapi berlanjut melalui jejaring alumni yang aktif dan kolaboratif.

Peran ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin keempat tentang Pendidikan Berkualitas. Dengan model pembelajaran yang fleksibel, UT membuka akses bagi masyarakat lintas profesi, usia, dan wilayah. Melalui IKA UT, semangat inklusivitas tersebut diperluas menjadi gerakan sosial yang berdampak.

Sementara itu, Andi Wijaya menegaskan kepemimpinan di IKA UT Lampung merupakan amanah pengabdian. “Amanah ini bukan untuk berdiri paling depan, melainkan memastikan kita dapat berjalan bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, menjadi pengurus adalah pilihan pengabdian yang menuntut waktu, energi, dan komitmen. Ke depan, program prioritas meliputi penguatan tata kelola keuangan melalui satu rekening resmi pusat dengan distribusi proporsional ke wilayah, kebijakan terpusat dengan pelaksanaan di daerah, beasiswa alumni, kepedulian sosial, serta transformasi digital berbasis data terintegrasi.

Dukungan juga datang dari Gunawan Handoko yang berharap kolaborasi antara IKA UT dan pegiat literasi dapat mendorong terwujudnya Lampung sebagai provinsi literasi. “Kami sepakat untuk bergerak bersama,” ujarnya.

Rangkaian pelantikan turut diisi kegiatan sosial Ramadan, mulai dari pembagian takjil hingga santunan kepada anak-anak panti asuhan. Kegiatan tersebut menegaskan peran UT melalui IKA UT tidak hanya akademik, tetapi juga sosial.

Dari Lampung, pesan yang mengemuka sederhana namun kuat: UT tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membangun jejaring pengabdian. Melalui IKA UT, akses pendidikan berkualitas terus dijaga dan diperluas untuk masyarakat.