Kuliah Bisa Bikin Dampak? Mahasiswa UT Buktikan Lewat Aksi di Pantai Karang Mas

Suara ombak Pantai Karang Mas di Bangka kini membawa pesan baru: semangat menjaga bumi. Sejumlah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Pantai Karang Mas di Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, menggelar program Pemberdayaan Wisata Berkelanjutan Pantai Karang Mas sejak 20 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menjaga kelestarian pesisir.

Program yang merupakan bagian dari praktik mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat itu berfokus pada upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui aksi nyata. Para mahasiswa dan anggota KTH memasang spanduk edukatif bertema pelestarian lingkungan dan fasilitas umum, serta memberikan label nama pada sekitar 20 tumbuhan endemik Bangka Belitung di kawasan sekitar saung Pantai Karang Mas.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memperindah Pantai Karang Mas, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga keberlanjutan wisata alam,” ujar Hari Aprizal, Ketua Kelompok Mahasiswa UT Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat, di Bangka, Minggu (26/10/2025).

Puncak kegiatan akan digelar pada 2 November 2025 melalui aksi bersih pantai (clean-up) yang melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Kecamatan Merawang, organisasi lokal, masyarakat, serta pengurus KTH. Aksi ini diharapkan menjadi momentum bersama dalam menjaga kebersihan dan kelestarian pantai.

Ketua KTH Pantai Karang Mas, Martoni, menyambut baik inisiatif tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kerja sama yang terjalin. Semoga kegiatan seperti ini berkelanjutan dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan pantai,” katanya.

Selain mempercantik kawasan wisata, kegiatan ini juga mencerminkan penerapan konsep Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya tujuan ke-13 tentang penanganan perubahan iklim, tujuan ke-14 tentang ekosistem lautan, dan tujuan ke-15 tentang ekosistem daratan.

Melalui pembelajaran jarak jauh yang fleksibel, UT memberi ruang bagi mahasiswanya untuk menerapkan ilmu di tengah masyarakat. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan dapat memberikan dampak dan menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan. Dengan cara mereka sendiri, mahasiswa UT sedang membuktikan: kalau pantai bisa bersih, bumi pun bisa lebih baik.