Pancasila Sebagai Perekat Bangsa, UT Tegaskan Peran Pendidikan Menuju Indonesia Raya

Tangerang Selatan, 01 Oktober 2025 – Di bawah langit cerah halaman kantor pusat Universitas Terbuka (UT) dipenuhi suasana khidmat. Ratusan civitas academika berdiri tegak mengikuti Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025 yang mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., bertindak sebagai pembina upacara, memimpin jalannya prosesi dengan penuh khidmat.

Upacara berlangsung tertib sesuai pedoman nasional, diawali penghormatan umum, mengheningkan cipta, hingga pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, ikrar, dan doa bersama. Setiap rangkaian terasa penuh makna, seakan mengingatkan kembali pada sejarah perjuangan bangsa dan betapa Pancasila tetap menjadi tiang penopang kokohnya bangsa Indonesia hingga hari ini. Ikrar yang dibacakan mempertegas komitmen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menjaga persatuan dan keutuhan negara.

Bagi UT, tema tahun ini bukan sekadar semboyan. Pancasila sebagai perekat bangsa menemukan wujud nyatanya dalam misi pendidikan yang dijalankan. Sebagai perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh, UT menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang: dari perkotaan hingga pelosok, dari kalangan pekerja hingga ibu rumah tangga, dari generasi muda hingga pembelajar dewasa. Perbedaan itu bukan pemisah, melainkan kekuatan yang dirajut dalam satu ruang pendidikan yang setara.

Inilah cara UT memaknai Pancasila: menjadikan pendidikan sebagai perekat yang menghubungkan keragaman anak bangsa. Melalui akses tanpa batas, UT membuktikan bahwa cita-cita Indonesia Raya hanya dapat dicapai jika setiap warga diberi kesempatan yang sama untuk berkembang. Pendidikan menjadi jembatan, dan Pancasila menjadi fondasi moral yang menuntun perjalanan itu.

Upacara ini juga merefleksikan keterkaitan Pancasila dengan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Nilai keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila selaras dengan tujuan global dalam menghadirkan pendidikan berkualitas, mengurangi ketimpangan, dan memperkuat perdamaian sosial. Dengan model pembelajaran jarak jauh, UT telah membuktikan diri sebagai motor penggerak pendidikan inklusif, berkontribusi nyata bagi pencapaian SDGs sekaligus memperkuat karakter bangsa.

Hari Kesaktian Pancasila di UT bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga pengingat arah masa depan. Bahwa persatuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan yang merata, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan dalam setiap kiprahnya, UT menegaskan diri bukan hanya sebagai lembaga akademik, tetapi juga sebagai perekat bangsa menuju Indonesia Raya—sebuah negeri yang tangguh, maju, dan berkeadilan.