Prodi Teknologi Pangan UT Jalani Asesmen Lapangan BAN-PT, Langkah Strategis Menuju Akreditasi Unggul

Universitas Terbuka (UT) menegaskan langkah nyatanya dalam peningkatan mutu pendidikan melalui pelaksanaan asesmen lapangan untuk Program Studi Teknologi Pangan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan ini digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, bertempat di Auditorium Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Terbuka.

Asesmen ini merupakan bagian dari proses akreditasi nasional yang bertujuan menilai kinerja program studi secara menyeluruh, mencakup tata kelola akademik, proses pembelajaran, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Dua asesor dari BAN-PT hadir dalam kegiatan ini, yaitu Prof. Dr. Ir. Nurheni Sri Palupi, M.Si. dari IPB dan Prof. Dr. Ir. Murhadi, M.Si. dari Universitas Lampung. Mereka didampingi oleh Ibu Ambar Setyaningsih, pendamping dari BAN-PT.

Acara pembukaan asesmen dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., yang mewakili Rektor Universitas Terbuka. Turut hadir jajaran pimpinan universitas, meliputi Para Ketua Lembaga, Dekan FST, Para Direktur pada Direktorat, Kepala Kantor Penjaminan Mutu, Para Kepala Pusat, Ketua Program Studi Teknologi Pangan, serta Dosen dan Staf Akademik Program Studi Teknologi Pangan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan asesmen meliputi penelaahan dokumen, pemaparan profil program studi, sesi diskusi bersama pimpinan universitas dan dosen, hingga peninjauan fasilitas akademik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan menunjukkan kesiapan UT dalam memenuhi standar akreditasi yang ditetapkan.

Selama kegiatan berlangsung, para asesor juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis yang bertujuan memperkuat kualitas program studi ke depan. Beberapa catatan penting antara lain perlunya keselarasan visi, misi, tujuan, dan sasaran (VMTS) dengan arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan sains data.

Asesor juga menyarankan peningkatan kualitas kurikulum agar lebih adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Selain itu, dorongan untuk meningkatkan daya saing penelitian dan publikasi di tingkat nasional dan internasional menjadi perhatian utama, termasuk menjalin kerja sama dengan instansi lokal untuk mendukung kegiatan praktikum mahasiswa.

Tak kalah penting, evaluasi diri secara berkala dengan pendekatan SWOT serta pelaksanaannya melalui forum diskusi (FGD) juga dianjurkan sebagai upaya menjaga dan meningkatkan kualitas program studi secara berkelanjutan.

Acara ditutup secara resmi oleh Rektor Universitas Terbuka, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. menandai berakhirnya proses asesmen yang diharapkan dapat memberikan hasil terbaik untuk Program Studi Teknologi Pangan. Penutupan asesmen ini menjadi momentum reflektif sekaligus evaluatif bagi UT untuk terus memperkuat program studi berbasis sains dan teknologi.

Asesmen ini mencerminkan komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (pendidikan berkualitas), SDG 9 (industri, inovasi, dan infrastruktur), serta SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab). Melalui penguatan mutu pembelajaran dan kurikulum adaptif berbasis teknologi pangan, UT mendorong terciptanya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menciptakan inovasi di sektor pangan berkelanjutan, memperkuat rantai pasok yang bertanggung jawab, serta menjawab kebutuhan industri masa depan. Asesmen lapangan ini menjadi bagian strategis dalam perjalanan Universitas Terbuka untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, serta mencetak lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi di bidang teknologi pangan.