Universitas Terbuka (UT) dan International Open University (IOU Jalin Kerjasama untuk Meningkatkan Kualitas Akadamik Global 

Sebagai pelopor Institusi Pembelajaran Terbuka dan Jarak Jauh di Indonesia, UT terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Sejalan dengan itu, pada 21 Juni 2024, Universitas Terbuka (UT) dan International Open University (IOU) menyelenggarakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) secara daring, dan mencatatkan kembali capaian penting untuk memulai kolaborasi akademik maupun penelitian bersama. Kerjasama ini menjanjikan kemajuan yang menarik dalam pembelajaran terbuka dan jarak jauh bagi kedua institusi.

Untuk membuka agenda, Prof. Dr. Bilal Philips, Pendiri & Rektor IOU menyampaikan sambutannya, menyatakan bahwa beliau sangat mengaprisiasi kegiatan penandatanganan MoU ini sebagai langkah penting dalam kolaborasi kami dengan UT, “Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bisa bertemu kembali, sejak diskusi terakhir selama kunjungan saya ke Universitas Terbuka di Indonesia bersama delegasi IOU lainnya, pada Oktober 2023,” kata Prof. Dr. Bilal Philips. Lebih lanjut, Prof. Philips menceritakan tentang perjalanan luar biasa IOU, yang dimulai pada tahun 2007 sebagai Islamic University dengan hanya tiga program diploma. Kemudian, IOU menerima lisensi pada tahun 2014 untuk memperluas kurikulumnya dan menawarkan beragam program lainnya dan tak hanya studi Islam saja. Saat ini, IOU menawarkan berbagai program dan memiliki mahasiswa lebih dari 200 negara. Menutup sambutannya, Prof. Philips menyampaikan rasa terima kasihnya kepada UT atas kesempatan ini dan berharap kolaborasi ini akan meningkatkan kualitas institusi mereka dalam penelitian, pengajaran, dan akademik.

Menanggapi pidato tersebut, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. menyatakan kegembiraannya dalam meresmikan kemitraan dengan IOU. Beliau juga menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam memajukan pembelajaran terbuka dan jarak jauh. Selain itu, Prof. Darojat menyoroti bahwa kedua institusi adalah anggota dari Asian Association of Open University (AAOU), yang mendorong inovasi dalam pendidikan. Beliau juga mengundang IOU ke konferensi AAOU yang akan datang di Islamabad, Pakistan, pada Oktober 2024, dengan harapan partisipasi aktif IOU akan memperkaya diskusi dan berbagi pengetahuan dengan anggota lainnya. Menutup pernyataannya, Prof. Ojat menyampaikan harapannya dalam kolaborasi ini, “Saat kita akhirnya menandatangani MoU ini, saya sangat berharap kita dapat melampaui berbagai batasan dalam membuat pendidikan tinggi lebih terjangkau dan bermanfaat bagi semua. Mari kita maju bersama melalui kolaborasi yang dapat mencapai hal-hal luar biasa di masa depan!”

Acara dilanjutkan dengan penyampaian singkat oleh Wakil Rektor IOU, Prof. Dr. Cherno Omar Barry. Beliau merefleksikan bagaimana IOU berhasil menghadapi tantangan pandemi COVID-19, bahkan memperluas basis mahasiswanya di berbagai negara Afrika. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pertumbuhan mereka dan menyebutkan platform pembelajaran IOU yang ramah pengguna, yang telah membuat pendidikan menjadi lebih mudah diakses oleh mahasiswanya. Beliau juga berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi kedua institusi.

Selain itu, Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., sebagai Wakil Rektor Universitas Terbuka, menekankan perlunya tindakan segera untuk melaksanakan kolaborasi akademik, termasuk pertukaran staf. Beliau menyinggung lebih banyak inisiatif bersama yang menarik untuk direncanakan di tahun 2025. Wakil Rektor kemudian menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih disertai dengan antusias yang tinggi untuk menyambut program kerjasama ini di masa depan.

Kegiatan foto bersama kemudian menandai akhir dari pertemuan ini namun menjadi awal dari kolaborasi luar biasa antara kedua institusi.