25 Mahasiswa UT Jalani Student Exchange ke Malaysia dan Filipina, Bawa Pulang Portofolio Internasional 

Tangerang Selatan, 08 Juli 2026 – Kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar internasional selama ini kerap identik dengan mahasiswa kampus konvensional. Anggapan itu dipatahkan Universitas Terbuka (UT). Melalui Program Student Exchange dan Student Mobility EQUITY 2026, UT membuktikan bahwa mahasiswa pendidikan jarak jauh juga mampu menembus ruang-ruang akademik internasional. 

Sebanyak 25 mahasiswa terbaik UT baru saja kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan program pertukaran pelajar selama satu bulan di dua perguruan tinggi mitra, yakni Universitas Selangor (UNISEL), Malaysia, dan Pangasinan State University (PSU), Filipina. Program yang didukung oleh EQUITY dan LPDP tersebut menjadi bukti nyata bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas kini tidak lagi dibatasi oleh jarak, lokasi, maupun latar belakang mahasiswa. 

Di balik keberangkatan puluhan mahasiswa tersebut, tersimpan proses seleksi yang tidak sederhana. Dari total 110 pendaftar yang berasal dari berbagai UT Daerah di seluruh Indonesia, hanya 25 mahasiswa yang berhasil lolos melalui seleksi bersama yang melibatkan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), International Office, serta fakultas di lingkungan UT. 

Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM UT, Dr. Heriyanni, S.I.P., M.A., menjelaskan, para peserta berasal dari 13 UT Daerah, mewakili empat fakultas serta Sekolah Vokasi. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi potret nyata karakter Universitas Terbuka yang inklusif dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh mahasiswa untuk berkembang di tingkat global. 

“Ini merupakan cermin nyata inklusivitas dan keberagaman mahasiswa UT,” ujar Heriyanni. 

Lebih dari sekadar mengikuti perkuliahan di luar negeri, para mahasiswa menjalani pengalaman belajar yang memperkaya perspektif mereka. Selama satu bulan, mereka tidak hanya mengikuti pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga berinteraksi langsung dengan budaya, sistem pendidikan, hingga kehidupan masyarakat di negara tujuan. Pengalaman inilah yang diharapkan mampu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang adaptif, terbuka, sekaligus siap bersaing sebagai warga dunia (global citizen). 

Semangat itulah yang kemudian menjadi salah satu alasan mengapa Universitas Terbuka terus memperluas kerja sama internasional. Bagi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UT, Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., program student mobility bukan sekadar agenda akademik, melainkan mimpi lama yang akhirnya dapat diwujudkan. 

Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, selama bertahun-tahun pelaksanaan student exchange di UT menghadapi tantangan tersendiri. Mayoritas mahasiswa UT telah bekerja sehingga memiliki keterbatasan waktu untuk mengikuti program mobilitas internasional. Namun, dukungan dari program EQUITY dan LPDP akhirnya membuka jalan bagi mahasiswa UT untuk memperoleh pengalaman belajar lintas negara. 

“Ini adalah program student exchange yang sudah lama kami impikan. Alhamdulillah, melalui dukungan EQUITY dan LPDP, program ini akhirnya dapat direalisasikan,” ujarnya. 

Lebih jauh, Rahmat menegaskan bahwa pengalaman internasional tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia kerja. Selain memperkaya wawasan akademik, pengalaman belajar di luar negeri juga akan memperkuat portofolio dan meningkatkan daya saing lulusan Universitas Terbuka di pasar kerja global. 

Tidak berhenti di situ, Rahmat juga mendorong para peserta untuk membagikan pengalaman mereka melalui media sosial. Menurutnya, cerita-cerita positif dari mahasiswa menjadi cara efektif untuk mengedukasi masyarakat bahwa mahasiswa Universitas Terbuka tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan akademik dan kemahasiswaan, termasuk di tingkat internasional. 

“Belajar mandiri bukan berarti belajar sendiri. Mahasiswa UT tetap bisa berkolaborasi, mengikuti kegiatan internasional, dan membangun portofolio global,” katanya. 

Ke depan, Universitas Terbuka menargetkan semakin banyak mahasiswa yang memperoleh kesempatan serupa dengan cakupan negara tujuan yang lebih luas. Sebagai anggota Asian Association of Open Universities (AAOU), UT juga terus memperkuat kolaborasi internasional melalui skema reciprocal exchange agar mobilitas mahasiswa berlangsung secara berkelanjutan. 

Pada akhirnya, Program Student Exchange EQUITY 2026 bukan sekadar perjalanan akademik ke luar negeri. Program ini menjadi simbol bahwa pendidikan berkualitas dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang domisili, usia, maupun profesi. Melalui sistem pembelajaran jarak jauh yang fleksibel dan jejaring internasional yang terus berkembang, Universitas Terbuka membuktikan bahwa setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, bertumbuh, dan bersaing di panggung global. 

Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas, yang mendorong terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif, setara, dan dapat diakses oleh semua. Melalui berbagai program internasionalisasi, Universitas Terbuka terus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang menghadirkan akses pendidikan berkualitas tanpa batas bagi seluruh lapisan masyarakat.