Tangerang Selatan, 13 April 2026 – Anak-anak yang kian sulit lepas dari layar gawai. Menyadari fenomena ini, tim dosen dan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Terbuka (UT) terjun langsung ke Desa Leuwikaret, Kabupaten Bogor, untuk memberikan solusi nyata melalui pelatihan Digital Parenting.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nasional ini digelar di Aula Kantor Desa Leuwikaret dan diikuti oleh 40 orang tua yang resah akan pola interaksi anak-anak mereka dengan teknologi. Mulai dari kecanduan gim daring hingga kebiasaan menonton video durasi pendek tanpa henti, menjadi persoalan sehari-hari yang dikeluhkan warga.
Ketua Tim Pelaksana PkM, Gunawan Wiradharma, menjelaskan bahwa kehadiran UT di tengah masyarakat desa merupakan wujud komitmen universitas dalam memberikan akses pendidikan berkualitas tanpa batas. Menurutnya, literasi digital tidak boleh hanya dinikmati masyarakat perkotaan, tetapi harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Orang tua memiliki peran kunci dalam membentuk perilaku digital anak. Dengan pemahaman yang tepat, mereka dapat menjadi pendamping sekaligus pelindung bagi anak di era digital,” ujar Gunawan dalam keterangan tertulis, Senin (13/4/2026).
Langkah edukasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan analisis kebutuhan sebelumnya, orang tua di Leuwikaret melaporkan berbagai gejala mengkhawatirkan pada anak-anak mereka. Gejala tersebut meliputi penarikan diri dari lingkungan sosial, emosi yang meledak saat gawai diambil, hingga menurunnya prestasi belajar dan aktivitas fisik.
Program ini dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT dengan dukungan pendanaan dari program EQUITY Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kemendiktisaintek RI. Dana tersebut bersumber dari Dana Abadi Perguruan Tinggi (DAPT) yang dikelola oleh LPDP Tahun Anggaran 2025/2026.
Pelaksana Harian Kepala Desa Leuwikaret, Hendi, mengapresiasi inisiatif ini sebagai langkah strategis. Ia menilai kehadiran akademisi sangat membantu perangkat desa dalam menjawab persoalan sosial yang kian nyata di tengah masyarakat digital.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali strategi praktis pencegahan kecanduan digital. Materi yang disampaikan mencakup pengawasan aktif, komunikasi efektif, hingga pentingnya keteladanan orang tua dalam menggunakan teknologi. Peserta juga diajak menyusun batasan waktu penggunaan gawai yang sehat bagi anak.
Pelatihan dirancang interaktif dengan sistem pre-test dan post-test untuk memastikan adanya peningkatan pemahaman. Fokus utamanya adalah mendorong anak-anak untuk memanfaatkan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab, bukan sekadar sebagai hiburan pasif.
Inisiatif UT ini secara natural berkaitan erat dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin keempat mengenai Pendidikan Berkualitas dan poin ketiga terkait Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Dengan membekali orang tua ilmu parenting modern, UT berperan aktif dalam mengurangi kesenjangan akses informasi dan menjaga kesehatan mental generasi mendatang.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi fondasi bagi Desa Leuwikaret untuk bertransformasi menjadi desa digital yang berdaya. Di mana teknologi tidak lagi menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak, melainkan alat untuk mencetak generasi yang lebih cerdas dan kompetitif.
Melalui program ini, Universitas Terbuka kembali membuktikan bahwa sebagai “Cyber University of Indonesia”, mereka tidak hanya unggul dalam sistem pembelajaran jarak jauh, tetapi juga hadir secara fisik untuk mengedukasi dan memberdayakan masyarakat hingga ke akar rumput.


