Universitas Terbuka (UT) menyelenggarakan webinar bertajuk “Pemanfaatan Trinka AI untuk Mengoptimalkan Kualitas Penulisan Ilmiah”, Selasa (24/2/2026). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini diikuti lebih dari 135 peserta, terdiri atas dosen, peneliti, mahasiswa, serta tenaga kependidikan dari berbagai unit di UT dan perguruan tinggi mitra.
Webinar dibuka oleh Kepala Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT, Dr. Sofjan Aripin, M.Si. Ia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung kualitas akademik. Menurutnya, transformasi digital pendidikan tinggi menuntut sivitas akademika adaptif terhadap inovasi teknologi. Pemanfaatan Trinka AI diharapkan membantu penulisan ilmiah menjadi lebih sistematis, akurat, dan sesuai standar publikasi internasional.
Dr. Sofjan menambahkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya perpustakaan UT memperkuat literasi informasi dan literasi digital. Perpustakaan tidak hanya menyediakan sumber referensi, tetapi juga berperan sebagai fasilitator kompetensi akademik melalui pemahaman penggunaan AI secara bijak dan bertanggung jawab dalam penulisan karya ilmiah.
Sebelum memasuki materi utama, Manajer Perpustakaan PPK UT, Kani, S.Kom., M.Kom., memperkenalkan penguatan Ruang Baca Virtual (RBV) dan e-resources melalui Tutorial Online (Tuton). Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa dan dosen mengakses ribuan sumber belajar digital kapan saja dan dari mana saja, sejalan dengan komitmen UT membuka akses pendidikan berkualitas.
Materi inti disampaikan oleh Nandana dari PT Jasatamaraya Buana. Ia memaparkan fitur Trinka AI, mulai dari pemeriksaan tata bahasa akademik, peningkatan kejelasan dan koherensi kalimat, konsistensi istilah teknis, hingga rekomendasi perbaikan sesuai standar jurnal internasional. Peserta juga menyaksikan demonstrasi langsung bagaimana Trinka AI menganalisis naskah dan memberikan saran perbaikan untuk membantu proses penulisan ilmiah menjadi lebih efisien.
Webinar berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang membahas etika penggunaan AI, batasannya dalam konteks akademik, serta pentingnya menjaga integritas ilmiah. Narasumber menegaskan AI berfungsi sebagai alat bantu (assistive tool), bukan pengganti kreativitas dan analisis kritis penulis. Peserta memperoleh pemahaman literasi digital sekaligus kepercayaan diri dalam menyusun karya ilmiah.
Selama dua jam pelaksanaan, webinar memadukan pemahaman teknis dan praktik nyata serta menegaskan komitmen UT sebagai perguruan tinggi jarak jauh yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kegiatan ini juga selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), dan SDG 10 (Pengurangan Kesenjangan).
Melalui kegiatan ini, UT berupaya memperkuat kompetensi digital dan kemampuan penulisan ilmiah sivitas akademika. Dukungan perpustakaan, teknologi, dan literasi digital diharapkan membantu mahasiswa menghadapi tuntutan akademik secara lebih percaya diri.



