Di tengah tuntutan transparansi dan percepatan transformasi digital pendidikan tinggi, Universitas Terbuka (UT) mengambil langkah strategis dengan menggandeng PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI). Kolaborasi itu resmi dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang penggunaan layanan BNI Virtual Account Debit untuk dana penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Selasa (24/2/2026), di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT.
Perjanjian tersebut ditandatangani langsung oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Dr. Hendrian, S.E., M.Si., dan Donny Chairuman selaku Institutional Banking 2 Division Head BNI. Momentum ini menandai babak baru penguatan tata kelola dana riset dan pengabdian kepada masyarakat di UT agar lebih efisien, modern, dan terintegrasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dari pihak BNI, turut hadir I Gede Widya Anantayoga, Emanuella Gilarsari, Erditya Manggala Putra, Irwan Eka Putra, Elke Florence Getsy Meliala, Geladys, Abdi Setia Arief Putra, serta Ida Rahmawati. Sementara dari internal UT, hadir Ketua LPPM Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat Dr. Heriani, S.IP., M.A., Kepala Pusat Komunikasi Publik dan Kerja Sama Ali Tarigan, S.E., Kepala Pusat Pengelolaan Keuangan Dra. Any Meilani, M.Si., Manajer Kerja Sama dan Perluasan Daya Jangkau Yudhi Prasetiyo, S.E., M.Ak., Staf Ahli Bidang Keuangan dan Akuntansi Hendrawan Bayu Wicaksono, S.E., M.Ak., Staf Ahli Bidang Kerja Sama, Perluasan Daya Jangkau dan Kehumasan Cynthia Ayu Manggarani, S.E., M.Sc., serta Dra. Ace Sriati Rachman, M.Si.
Dalam sambutannya, Dr. Hendrian menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi kedua institusi. “Kerja sama ini merupakan langkah strategis memperkuat sinergi kedua institusi, BNI dan Universitas Terbuka, serta meningkatkan kualitas layanan dan memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia. UT berkomitmen menyediakan pendidikan jarak jauh yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan menghadirkan layanan keuangan yang lebih efisien, modern, dan terintegrasi bagi sivitas akademika UT. Ia menambahkan, kerja sama tersebut menjadi langkah awal yang ke depan akan terus diperkuat.

Tak hanya soal sistem pembayaran, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan program yang mendukung Tridarma Perguruan Tinggi. “Kerja sama ini membuka peluang pengembangan program-program yang mendukung Tridarma. Meningkatkan literasi keuangan, penguatan kompetensi SDM, serta layanan lain yang mendukung ekosistem pembelajaran digital di UT. Itu harapan kami Pak,” tutur Dr. Hendrian.
Ia menambahkan, “Kami berharap penandatanganan ini menjadi awal dari kerja sama yang produktif dan berkelanjutan. Serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia khususnya. Kepada jajaran manajemen BNI kami menyampaikan terima kasih. Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan membawa kebaikan kepada kita semua.”
Dari pihak BNI, Donny Chairuman menyampaikan kehadiran BNI menunjukkan komitmen membangun kolaborasi jangka panjang dengan UT dan peningkatan kerja sama setelah penandatanganan PKS. Ia juga menegaskan sejarah BNI yang berdiri sejak masa awal kemerdekaan dan sempat mendapat mandat sebagai bank sentral. Sebagai bank yang lahir dari sejarah bangsa, BNI berkomitmen memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa.
Donny menyebut mahasiswa UT tersebar hingga luar negeri, antara lain Hong Kong dan Tokyo, sehingga membuka peluang sinergi yang lebih luas. Ia menambahkan kebutuhan UT dapat dibahas bersama untuk menemukan bentuk dukungan yang dapat diberikan BNI.
Di tengah ekosistem pendidikan tinggi yang bergerak ke arah digital dan kolaboratif, kerja sama ini selaras dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4, SDG 9, dan SDG 17. Kolaborasi ini memperkuat tata kelola riset dan pengabdian kepada masyarakat agar lebih akuntabel dan transparan.
Dari Ruang Rasamala, komitmen tersebut menegaskan sinergi pendidikan dan sektor perbankan berkaitan dengan efisiensi sistem serta pengelolaan dana penelitian dan pengabdian yang bertanggung jawab, guna mendukung pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.



