Salut Edutrip : Jelajah Inspiratif Mahasiswa SALUT Cendekiawan Sukabumi di UT Pusat

Suasana hangat memenuhi gedung Universitas Terbuka Convention Center (UTCC), Senin (17/11/2025), ketika rombongan mahasiswa Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Cendikiawan Sukabumi tiba untuk mengikuti edutrip bertajuk “Jelajah Inspiratif di UT Pusat”. Sebanyak 90 mahasiswa hadir dengan penuh antusias, menjadikan kunjungan ini bukan sekadar studi lapangan, tetapi perjalanan yang membuka cara pandang baru tentang bagaimana pendidikan dapat diakses tanpa batas—sebuah komitmen nyata terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses inklusif dan merata terhadap pembelajaran sepanjang hayat bagi semua orang.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SALUT UT Sukabumi, M. Rizal Zain, S.Ak., yang menyampaikan rasa bangga atas pencapaian SALUT Cendekiawan Sukabumi. Ia mengingatkan kembali bahwa pada tahun 2024, SALUT Sukabumi dinobatkan sebagai SALUT terbaik nasional.

“Penghargaan ini bukan hanya milik kami, tetapi milik seluruh mahasiswa yang terus belajar dan memahami sistem pembelajaran Universitas Terbuka,” ujarnya.

Pesan itu menjadi pengantar penting bahwa perjalanan kali ini adalah kesempatan mahasiswa untuk melihat lebih dekat ekosistem pendidikan UT yang selama ini mereka jalani. Sesi sambutan dilanjutkan oleh Kasubdit Kerjasama dan urusan Internasional, ing. Mohamad Rajih Radiansyah, B.AS., M.Sc., yang memberikan gambaran lebih dalam tentang proses bisnis Univeritas Terbuka dan peran strategis UT sebagai pusat distribusi pembelajaran jarak jauh. Dalam penjelasananya, Rajih menyampaikan bagaimana seluruh modul, bahan ajar, dan sistem ujian dikelola serta dikirim ke seluruh Indonesia melalui jaringan layanan UT.

“Di sinilah semuanya berasal. Bagaimana modul dicetak, bagaimana bahan ajar dikirim, dan bagaimana sistem ujian dibangun untuk kalian semua,” tuturnya.

Penjelasan itu menjadi titik awal pemahaman mahasiswa tentang betapa besar dan terstruktur proses pendidikan jarak jauh di UT. Tak lupa, rombongan juga diajak berkeliling melihat langsung berbagai unit di UT Pusat, seperti P2BAM, Puslaba, dan Perpustakaan. Setiap ruangan memberikan pengalaman berbeda—ada yang berisi proses produksi bahan ajar, ada pula yang memperlihatkan teknologi dan manajemen pengelolaan sumber belajar. Bagi sebagian mahasiswa, kunjungan ini menjadi momen pertama melihat bagaimana materi yang mereka pelajari selama ini disiapkan secara profesional, terukur, dan terstandar nasional.

Usai sesi tur, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan materi inspiratif dari Mokhamad Kusnan, CEO dan pendiri YouthCare Indonesia. Dalam paparan yang penuh energi, ia mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya soal duduk di kelas atau membaca modul. “Banyak orang duduk dan belajar, tapi ia tidak punya apa-apa karena ia tidak punya energi untuk menyerap ilmu,” katanya. Ia menegaskan bahwa masa depan bangsa bertumpu pada generasi mudanya—generasi yang harus berani bermimpi besar, memiliki tujuan besar, dan menyiapkan diri menghadapi masa depan dengan kesadaran dan kesiapan mental.

Materi itu disambut antusias oleh para peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa baru UT. Pesan tentang pentingnya mengenali potensi diri selaras dengan prinsip pembelajaran terbuka yang dijalankan UT—bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan belajar sesuai ritme dan ruang hidupnya.

Kunjungan edutrip SALUT Cendikiawan Sukabumi ke UT Pusat ini tak hanya memberi wawasan baru tentang bagaimana UT bekerja, tetapi juga meneguhkan peran UT dalam membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diajak menyadari bahwa pendidikan jarak jauh bukan sekadar metode, tetapi gerakan besar untuk membangun masa depan bangsa.

UT kembali menunjukkan bahwa jarak bukan penghalang untuk belajar, dan mimpi tidak memiliki batas ketika pendidikan bisa dijangkau oleh siapa saja, kapan saja.