Kuliah Fleksibel, Prestasi Global! Siapa Sangka Mahasiswa Ini Bisa Tembus Jepang?

Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Jakarta kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional. Imam Pesuwaryantoro, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi terpilih sebagai salah satu dari seratus penerima Young Innovator Award 2025 dalam ajang Japan Peace and Innovation Summit (JPIS) di Tokyo, Jepang.

Ajang yang digagas oleh Global Peace Foundation Japan dan Studec International ini merupakan pertemuan bergengsi bagi para pemimpin muda dari berbagai negara Asia dan Pasifik. Dari ribuan pendaftar, hanya 100 peserta terbaik yang berhasil terpilih berdasarkan gagasan inovatif dan kepedulian terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Imam menjadi salah satu di antaranya yang akan mewakili Indonesia pada kegiatan yang berlangsung pada 15–17 November 2025 mendatang.

Melalui tema besar “Innovating Across Cultures for a Shared Future”, JPIS 2025 menjadi wadah bagi generasi muda dunia untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring global, dan mengembangkan solusi terhadap isu-isu global seperti perdamaian, inovasi berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini akan diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pelatihan kepemimpinan berbasis SDGs, konferensi internasional, hingga malam penghargaan bagi para inovator muda.

Partisipasi Imam dalam ajang internasional ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UT mampu bersaing di level global. Fleksibilitas sistem pembelajaran yang diterapkan UT memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang untuk terus berkembang dan berprestasi, tanpa terikat ruang dan waktu. Model pendidikan terbuka dan jarak jauh yang diusung UT memberi kesempatan bagi siapa pun untuk belajar dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen UT terhadap SDGs, terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) yang menekankan pentingnya akses pendidikan inklusif dan merata, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang menumbuhkan kolaborasi lintas negara untuk menciptakan dampak positif bagi masyarakat dunia. Melalui dukungan terhadap mahasiswa yang aktif di forum global seperti JPIS, UT terus berperan dalam melahirkan generasi muda yang visioner, inovatif, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Selain menjadi ajang penghargaan, Japan Peace and Innovation Summit 2025 juga berfungsi sebagai forum pembelajaran lintas budaya. Peserta akan berinteraksi langsung dengan para pemimpin muda dan pakar global untuk membahas solusi inovatif terhadap tantangan masa depan. Kehadiran Imam dalam forum ini menjadi representasi semangat mahasiswa UT yang adaptif, terbuka, dan siap bersaing di era global.

Prestasi ini semakin menegaskan bahwa Universitas Terbuka bukan hanya membuka akses pendidikan bagi seluruh masyarakat, tetapi juga mendorong mahasiswanya untuk menjadi agen perubahan di dunia internasional. Dengan sistem pembelajaran yang mandiri dan fleksibel, UT membuktikan bahwa kualitas dan prestasi tidak ditentukan oleh batas ruang belajar, melainkan oleh kemauan untuk terus tumbuh dan berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan.