Tangerang Selatan, 28 Agustus 2025 – Suasana Auditorium Universitas Terbuka (UT) siang itu terasa berbeda. Pasalnya, lima akademisi terbaik Fakultas Sains dan Teknologi (FST) tampil satu per satu menyampaikan visi-misi serta program kerja mereka. Bukan sekadar pidato, melainkan ajang “adu gagasan” dalam Uji Kelayakan dan Uji Kepatutan Calon Dekan FST Periode 2025–2030, forum penting untuk menentukan arah fakultas lima tahun mendatang.
Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Prof. Dr. Paken Pandiangan (Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan UT) melaporkan bahwa seleksi dilaksanakan sesuai amanat Keputusan Rektor Nomor 2063 Tahun 2025. Pansel bertugas mempersiapkan, melaksanakan seleksi, dan mengajukan minimal dua nama calon Dekan hasil seleksi kepada Rektor dengan Berita Acara resmi yang ditandatangani oleh Ketua dan seluruh anggota Pansel. Pada awal proses seleksi dilakukan verifikasi data pegawai yang memenuhi syarat berdasar Pertor Nomor 341 Tahun 2024 tentang Pemilihan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Unsur-Unsur Pimpinan di Bawah Rektor. Selanjutnya dilakukan penetapan calon, penyusunan instrumen seleksi, hingga penyiapan pelaksanaan seleksi berkoordinasi dengan unit-unit kerja terkait.
Dari sebelas dosen yang memenuhi syarat, lima kandidat maju dengan gagasan besar mereka: Dr. Ir. Rinda Noviyanti, Dr. Whika Febria Dewatisari, Prof. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, Prof. Dr. Ernik Yuliana, dan Dr. Subekti Nurmawati. Mereka menyampaikan visi misi, program kerja, serta mengikuti wawancara tertutup untuk penilaian kompetensi akademik maupun manajerial. Laporan hasil seleksi dalam Berita Acara selanjutnya disampaikan oleh Pansel kepada Rektor sebagai pertimbangan dalam pemilihan Dekan FST.





Dalam sambutannya, Rektor UT, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si. menegaskan terselenggaranya proses seleksi ini merupakan suatu peningkatan dan langkah strategis yang sangat penting, terutama dalam hal estafet kepemimpinan di FST. Proses seleksi Dekan FST ini juga memiliki arti tersendiri bagi Prof. Ali. “Ini memiliki arti tersendiri bagi saya. Karena setelah saya dilantik menjadi Rektor, Dekan FST adalah yang pertama yang akan dipilih,” ungkap Prof. Ali.
Lebih lanjut Prof. Ali juga mengungkapkan bahwa saat ini UT harus melakukan perubahan yang cepat. “Open Flexible Distance Learning sudah harus menjadi idealisme kita,” ujar beliau. Prof. Ali juga menekankan bahwa FST menjadi pelopor dalam melahirkan program studi unggulan. Oleh karena itu, harapannya Dekan FST yang terpilih nantinya akan memberikan perubahan dan penguatan kapasitas dari segala lini, baik dari sisi akademik, Sumber Daya Manusia (SDM), dan aspek lainnya.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan para kandidat dekan, dimulai dari Dr. Rinda Noviyanti, M.Si., yang menawarkan terobosan tentang modernisasi kurikulum berbasis digital dan kompetensi abad ke-21. Dari kecerdasan buatan hingga virtual reality, semua diarahkan untuk memperkaya pembelajaran jarak jauh. Beliau juga menyiapkan riset unggulan di bidang energi terbarukan dan teknologi lingkungan agar FST bukan hanya unggul di atas kertas, tapi juga menyentuh kehidupan nyata masyarakat.
Menyusul kemudian, Dr. Whika Febria Dewatisari, S.Si., M.Si., yang mengusung visi menjadi FST yang unggul, inklusif, inovatif, dan adaptif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta penerapannya bagi masyarakat global melalui sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh. Ia menekankan pentingnya membangun laboratorium riset kolaboratif dan berdampak, mendorong publikasi internasional, dan memperluas jejaring global.
Selanjutnya Prof. Dr. Dewi Juliah Ratnaningsih, S.Si., M.Si. menyampaikan paparan dengan tagline “Menjadikan FST UT Cerdas” dan cara kerja yang “Cepat dan Ceria”. Ia percaya, masa depan fakultas bukan hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan juga karakter manusianya. Ia menekankan pentingnya integritas, kolaborasi, peningkatan pengalaman dan softskill mahasiswa, smart career, hingga penguatan bimbingan akademik agar mahasiswa tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam etika.
Paparan berikutnya dari Prof. Dr. Ernik Yuliana, S.Pi., M.T., yang membawa misi menjadikan FST sebagai “fakultas berdampak”. Beliau menekankan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), membuka program studi baru, serta memperluas kolaborasi internasional. Menurutnya, FST harus hadir di garis depan untuk menjawab tuntutan era Industri 4.0 dan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta masyarakat khususnya pada bidang STEM.
Sebagai penutup, Dr. Subekti Nurmawati, M.Si. – dekan petahana – menegaskan roadmap penguatan FST hingga 2030. Fokusnya pada peningkatan mutu SDM, diversifikasi program studi, dan hilirisasi riset yang bisa langsung dimanfaatkan industri dan masyarakat. “Mari satukan derap langkah agar FST jadi bintang yang cemerlang, adaptif, dan inovatif,” pungkas Dr. Subekti Nurmawati menutup paparannya.
Ajang Uji Kelayakan dan Uji Kepatutan Calon Dekan ini bukan hanya soal regenerasi kepemimpinan, tetapi juga wujud komitmen UT dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Gagasan para calon dekan FST mencerminkan kontribusi nyata terhadap SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui komitmen penguatan kurikulum digital dan akses pembelajaran terbuka, SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) lewat gagasan riset teknologi berkelanjutan dan penguatan laboratorium kolaboratif, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui misi jejaring riset global dan kemitraan strategis. Dengan kepemimpinan baru, FST UT diharapkan semakin siap melahirkan inovasi dan lulusan unggul yang berdampak bagi bangsa maupun dunia.
Lima gagasan besar dari para calon Dekan FST tersebut memperlihatkan satu semangat yang sama: menjadikan FST UT sebagai motor perubahan yang berkontribusi nyata, sejalan dengan kebijakan Kampus Berdampak. Siapa pun dekan yang terpilih, FST UT diyakini akan semakin memperkuat peran UT sebagai perguruan tinggi terbuka, digital, dan iklusif dalam menyiapkan lulusan unggul yang relevan dengan kebutuhan bangsa menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus memperkuat perannya di kancah panggung dunia.


