Career Fair UT 2025: Bukti Konektivitas UT dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri! 

Surabaya, 7 Agustus 2025 — Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan di era global melalui penyelenggaraan Career Fair 2025. Bertajuk “Kamu Punya Mimpi, Kita Bawa Kesempatannya!”, kegiatan ini digelar secara hybrid pada 7–8 Agustus 2025 di Universitas Terbuka Surabaya, Jalan Dr. Ir. H. Soekarno, MERR Rungkut, serta melalui laman klob.id/careerfairut2025.  

Acara ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan mahasiswa, alumni, dan masyarakat umum dengan lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor industri, tanpa dipungut biaya. Career Fair ini menjadi ruang temu langsung antara dunia pendidikan tinggi dengan kebutuhan riil industri, menjawab kebutuhan konektivitas talenta dengan dunia kerja yang dinamis dan lintas sektor, dan berbasis kompetensi.  

Kegiatan dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan  Tenaga Kerja Kota Surabaya Agus Hebi Djuaniantoro, S.T., M.T. dan dibuka oleh jajaran pimpinan UT, antara lain Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Plt. Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis), Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. (Ketua LPPM UT), Dr. Suparti, M.Pd. (Direktur UT Surabaya), dan Dr. Heriani, S.IP., M.A. (Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UT).  

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Hebi Djuaniantoro, S.T., M.T., mengapresiasi kolaborasi antara UT dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengurangi angka pengangguran. ”Ini merupakan kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kota dan institusi pendidikan. Tentu nantinya semua dunia pendidikan diharapkan mengadakan acara Career Fair untuk mengurangi pengangguran terbuka,” ujar Hebi.  

Hebi juga mengakui keistimewaan UT bahwa kuliah UT fleksibel dan terjangkau, sehingga siapa pun dan kapan pun bisa kuliah di UT. ”Ternyata biayanya murah sekali dari yang lain. Nah, ini bisa mendorong warga Surabaya yang ingin kuliah tentu sejalan dengan visi Pemkot Surabaya untuk meningkatkan IPM satu keluarga satu sarjana bisa terwujud,” katanya.  

Hebi menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya untuk menekan angka pengangguran di Surabaya. Ia menyebut pengangguran terbuka tahun lalu 4,91%, melalui kolaborasi pendidikan, pelatihan, dan penempatan kerja. ”Kalau tahun ini kami masih hitung berapa yang melanjutkan kuliah berapa yang bekerja dan berapa yang pelatihan dan kita tentunya menyiapkan itu. Dan kita koordinasikan dengan BLK lainnya untuk menampung yang tidak meneruskan dengan diadakan pelatihan kerja,” pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Plt. Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis Prof. Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. mempertegas bahwa UT bukan hanya lembaga pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh, tetapi juga institusi yang aktif memfasilitasi para lulusannya agar siap masuk ke pasar kerja dengan kompetensi unggul, daya saing global, dan karakter adaptif. ”Career Fair di UT Surabaya dilakukan sebagai tanggung jawab kami sebagai perguruan tinggi untuk menyiapkan link and match antara dunia pendidikan dan dunia industry,” ujarnya. 

Prof. Rahmat pun menambahkan bahwa UT memiliki keunikan tersendiri dibandingkan perguruan tinggi lainnya. UT berbeda dengan Perguruan Tinggi lainnya, UT sekarang mempunyai 672.000 mahasiswa dan 87 persen dari mereka sudah bekerja. ”Jadi mereka masuk ke UT untuk meningkatkan karir dan untuk meningkatkan kompetensi. Yang 13 persen yang belum bekerja atau fresh graduate,” jelasnya.  

Direktur Universitas Terbuka Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd., berharap agar Career Fair UT 2025 ini dapat membantu lulusan UT memperoleh dan meningkatkan pekerjaan. ”Harapannya dengan jobfair ini lulusan UT tidak ada keluhan bahwa tidak memperoleh pekerjaan,” tegas Dr. Suparti. 

Menariknya, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa UT yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan Career Fair sebagai sarana mengembangkan bisnis. Career Fair UT 2025 dibagi menjadi empat sesi selama dua hari pelaksanaan. Pada Kamis (7/8), sesi 1 diikuti oleh 472 peserta dan sesi 2 diikuti oleh 268 peserta. Sementara itu, pada hari Jumat (8/8), sesi 3 diikuti oleh 223 peserta dan sesi 4 diikuti oleh 153 peserta. Total, sebanyak 1.117 peserta hadir dalam empat sesi yang tersebar selama dua hari. ”Melihat animo dari pencari pekerjaan luar biasa. Selama ini banyak PHK. Dengan adanya career/job fair diharapkan membantu masyarakat dalam hal pencarian pekerjaan,” ujar Direktur UT Surabaya tersebut.  

Tingginya antusiasme pengunjung menunjukkan besarnya kebutuhan akan informasi kerja yang kredibel dan akses langsung ke perusahaan-perusahaan ternama. Selain membuka lowongan kerja, banyak perusahaan peserta juga menyediakan fasilitas walk-in interview, mempercepat proses rekrutmen secara langsung di tempat. Perusahaan yang berpartisipasi datang dari beragam sektor seperti perbankan, logistik, manufaktur, teknologi, kosmetika, pendidikan, hingga properti

Tak hanya rekrutmen, UT juga mengemas Career Fair ini dengan empat sesi seminar karier inspiratif yang membekali peserta dengan wawasan penting tentang strategi lolos seleksi HRD, membangun personal branding, hingga peluang karier internasional. Delapan perusahaan terpilih juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan profil bisnis, budaya kerja, dan posisi strategis yang mereka tawarkan. 

Career Fair UT 2025 tidak sekadar menjadi ajang pencarian kerja, tetapi juga ruang pembelajaran untuk memahami dinamika kebutuhan tenaga kerja yang terus berkembang. Nilai-nilai UT yang inklusif, fleksibel, dan berbasis pemanfaatan teknologi kembali ditunjukkan dalam acara ini sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan). 

Acara Career Fair UT 2025  ini merupakan bukti konkret bahwa pendidikan di Universitas Terbuka tidak berhenti pada pemberian gelar, tetapi berlanjut pada penguatan kemandirian lulusan melalui penguatan konektivitas dengan dunia usaha dan dunia industri. UT akan terus menghadirkan program-program yang responsif terhadap kebutuhan masa depan, sekaligus menjadi mitra aktif dalam mencetak generasi muda Indonesia yang siap bersaing, berdaya guna, dan berdampak luas bagi masyarakat.