Menko Infrabangwil AHY & Pakar Dunia: Kolaborasi & Inovasi Kunci Pendidikan di Era Global

Tangerang Selatan, 30 Juli 2025 – Program Studi Administrasi Publik Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik Universitas Terbuka (FHISIP UT) kembali menunjukkan kiprahnya di kancah internasional dengan menggelar webinar bertajuk Building The Future of Education Through Collaboration Governance, Global Cooperation, and Infrastructure Innovation. Kegiatan ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas kolaborasi, inovasi dan infrastruktur sebagai kunci memajukan pendidikan di era global.

Acara dibuka oleh Dekan FHISIP UT, Dr. Meita Istianda, S.IP., M.Si., yang menegaskan bahwa pengembangan pendidikan di era global tidak dapat dijalankan secara individual, tetapi harus melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat luas. “Webinar ini menjadi jawaban atas peluang dan tantangan yang dihadapi institusi pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi,” ujarnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh Dr. Farida Jafar dari School of Distance Education Universiti Sains Malaysia (PPJJ USM), yang mengapresiasi inisiasi kolaborasi akademik ini. Menurutnya, webinar ini mencerminkan kesadaran kedua universitas akan pentingnya kerja sama dalam mengembangkan masa depan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Sebagai sorotan utama, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan sambutan ketiga. AHY menggarisbawahi pentingnya peran institusi pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul berdaya saing dan siap menghadapi tantangan global. “Memperkuat SDM yang unggul adalah kewajiban kita bersama untuk memastikan Indonesia mampu menghadapi dinamika global,” tegasnya. Untuk menjadi negara maju di situasi yang tidak pasti, tekanan ekonomi, krisis iklim dan bencana alam, sumberdaya manusia menjadi pilar utama bangsa. Kerjasama yang baik melalui collaborative governance, konektivitas dan hubungan baik menjadi penguat mewujudkan negara yang sejahtera. Universitas Terbuka menjadi solusi luar biasa karena mampu menjalankan pendidikan tinggi berkualitas secara online jauh sebelum covid 19. Semoga dengan semakin kuatnya infrastruktur digital dan perangkat yang dibutuhkan, bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sesi materi dimulai dengan paparan Dr. Lim Chee Ann dari Universiti Sains Malaysia (USM) yang membahas tren Open Distance Learning (ODL) dan pembelajaran digital pasca pandemi Covid-19. Ia menyoroti bagaimana ODL membuka akses pendidikan tanpa batasan ruang dan waktu, sekaligus mendorong akselerasi inovasi teknologi di dunia akademik. Dilanjutkan oleh Dr. Sofian Arifin, M.Si., yang memetakan tantangan pendidikan tinggi Indonesia dalam lima tahun ke depan. Ia menekankan bahwa solusi atas kompleksitas tantangan global hanya dapat ditempuh dengan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan fokus pada kualitas pendidikan, pelayanan, serta dampak sosial di era industri 4.0.

Acara berlanjut dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang memperkaya wawasan peserta, sebelum ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber. Webinar ini tidak hanya menjadi forum pertukaran gagasan, tetapi juga simbol komitmen Program studi Administrasi Publik dan FHISIP UT dalam mengembangkan kerja sama internasional dan mendorong inovasi infrastruktur pendidikan.

Harapannya, semangat kolaborasi ini menjadi pemicu lahirnya inisiatif nyata dalam mencetak lulusan yang unggul, berdaya saing global, dan membawa dampak positif bagi masyarakat. Inisiatif ini juga selaras dengan komitmen Universitas Terbuka terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Melalui webinar ini, UT menegaskan perannya sebagai kampus terbuka yang membangun jembatan kolaborasi lintas negara untuk memperkuat kualitas pembelajaran jarak jauh, mengakselerasi inovasi infrastruktur dan teknologi pendidikan, serta meningkatkan jejaring kemitraan global yang mendukung transformasi pendidikan Indonesia menuju standar dunia.