edX Sambangi UT: Perkuat Sinergi Global Pendidikan Digital 

Tangerang Selatan, 11 Juli 2025 – Universitas Terbuka (UT) kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai pionir pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia melalui kolaborasi global. Pada Jumat, 11 Juli 2025, UT menerima kunjungan dari edX, salah satu platform pembelajaran daring berskala internasional, di Ruang Rasamala, Wisma 2 UT Pusat. Kunjungan ini difasilitasi oleh Indonesia Cyber Education Institute (ICE-I) dan menjadi momentum penting untuk memperluas kerja sama internasional dalam pengembangan pembelajaran digital. 

Acara dibuka dengan sapaan hangat dari Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Prof. Rahmat Budiman, M.Hum., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim edX. Dalam sambutannya, Prof. Rahmat menegaskan bahwa Universitas Terbuka, sebagai perguruan tinggi negeri yang mengusung sistem pendidikan jarak jauh (PJJ), memiliki visi kuat untuk terus berinovasi dan memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat—dari kota besar hingga daerah tertinggal, dari dalam negeri hingga luar negeri. Kunjungan ini, menurutnya, merupakan titik awal untuk membangun kolaborasi transnasional yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan daring di Indonesia. 

Perwakilan edX, Ley Ley Loh, menyatakan antusiasmenya dalam menjajaki kerja sama dengan UT, yang dinilainya memiliki rekam jejak kuat dalam pembelajaran berbasis teknologi. Ia menyebut UT sebagai institusi yang unik, karena mampu menjangkau segmen mahasiswa yang beragam dengan pendekatan yang fleksibel dan berdampak. “Kami melihat UT sebagai mitra strategis dalam mendorong transformasi pendidikan daring di kawasan Asia dan global,” ujarnya. 

Sesi utama dilanjutkan dengan pemaparan dari Dasha Karzunina yang mengulas pendekatan edX dalam mengembangkan pengalaman belajar berbasis teknologi mutakhir. Ia menyoroti pentingnya integrasi kecerdasan buatan (AI), experiential learning, dan sistem asesmen yang terpersonalisasi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan. 

Diskusi terbuka yang melibatkan jajaran pimpinan UT, ICE-I, dan edX menggali berbagai potensi kolaborasi, seperti pengembangan program daring bersama, pemanfaatan AI untuk learning analytics, hingga peningkatan kapasitas dosen melalui pelatihan desain pembelajaran digital. UT juga memaparkan berbagai inisiatif strategis seperti Tuton (Tutorial Online), MOOC UT, dan sistem layanan akademik digital sebagai bentuk kesiapan institusi dalam menjawab tuntutan global. 

Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, UT telah membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan pembelajaran digital yang berdampak nyata. Lewat pendekatan pendidikan jarak jauh berbasis teknologi, UT berhasil menjangkau mahasiswa dari berbagai latar belakang—termasuk di wilayah 3T, pekerja penuh waktu, hingga para pekerja migran Indonesia (PMI), diaspora Indonesia—dan menghadirkan pendidikan tinggi yang fleksibel, relevan, dan setara. Pemanfaatan platform digital seperti Tuton dan layanan berbasis data menjadikan UT sebagai pelopor dalam mentransformasi cara belajar masyarakat Indonesia. 

Kunjungan ini menandai langkah awal dari kemitraan yang lebih luas, dan diharapkan dapat memperkuat kontribusi UT dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan)—mewujudkan pendidikan tinggi masa depan yang terbuka, terjangkau, dan transformatif.