Menjelajah Jantung UT: 150 Mahasiswa UT Bandung Temukan Inspirasi dan Kunci Belajar Fleksibel 

Tangerang Selatan, 4 Juni 2025 – Suasana penuh semangat memenuhi Gedung UTCC Universitas Terbuka saat 150 mahasiswa UT Bandung datang berkunjung. Bagi banyak dari mereka, ini bukan sekadar perjalanan akademik, melainkan momen langka menyentuh langsung jantung sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) yang selama ini mereka jalani dari kejauhan. 

Suasana terasa khidmat saat acara dibuka dengan lantunan lagu Indonesia Raya, Himne UT, dan Mars UT. Kegiatan ini bukan hanya memperkenalkan UT dari dekat, tetapi juga menegaskan kebanggaan menjadi bagian dari universitas dengan sistem pendidikan terbuka dan fleksibel. Kegiatan kunjungan dibuka secara resmi oleh Direktur Pemasaran dan Kerja Sama yang mana diwakili oleh Kepala Subbagian pada Direktorat Pemasaran dan Kerja Sama (DPKS) Dora Sophianingtyas, S.E., M.BA.  

Dalam sesi pemaparan, mahasiswa diajak menyelami visi UT dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, merata, dan berkualitas. UT tidak sekadar memberi akses, tetapi juga menciptakan sistem yang memungkinkan siapa pun—di mana pun mereka berada—untuk terus belajar dan berkembang. Mereka juga diajak untuk bermimpi besar, dengan meneladani sosok-sosok inspiratif alumni dan mahasiswa UT yang sukses di berbagai bidang, mulai dari dunia politik, seni, hingga media. Nama-nama seperti Moeldoko, Angga Yunanda, Bayu Oktara, hingga Krisdayanti menjadi bukti bahwa UT adalah  solusi untuk mengembangkan diri untuk berkarier dan berkontribusi positif bagi bangsa dan sesama. 

Sesi berikutnya diisi oleh Dr. Sri Sediyaningsih, M.Si., Kepala Pusat Perpustakaan dan Kearsipan UT, yang memaparkan berbagai fasilitas digital penunjang belajar di UT. Mulai dari Perpustakaan Digital, SUAKA-UT (Open Educational Resources), hingga Repository dan katalog online, semuanya dirancang untuk mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, karya ilmiah, tesis/TAPM, hingga disertasi.  

Ia juga menjelaskan bahwa UT menyediakan akses gratis ke berbagai e-journal dan e-book internasional seperti JSTOR, ProQuest, EBSCO, ScienceDirect, dan Gramedia Smart Library. Mahasiswa cukup mengisi formular akses di https://sl.ut.ac.id/form-akses-eresources. Panduan dan informasi lengkap juga tersedia di laman resmi Perpustakaan UT: https://pustaka.ut.ac.id/lib/ 

Tak kalah menarik, sesi inspiratif diisi oleh Bijaksabara Hikmawan, alumni UT yang kini aktif dalam berbagai kegiatan internasional. Dalam presentasinya berjudul “Local Roots, Global Reach: Menyiapkan Masa Depan Akademik dan Profesional di Era Global”, Bijaksabara membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa UT yang juga mengikuti program-program bergengsi seperti IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards), forum ASEAN, dan kegiatan internasional lainnya. Ia membuktikan bahwa latar belakang belajar jarak jauh bukan penghalang untuk bersaing dan berprestasi di tingkat global, justru menjadi keunggulan karena melatih kemandirian dan daya saing tinggi. 

Kunjungan ini semakin menarik saat para mahasiswa diajak melihat langsung proses produksi bahan ajar UT di Pusat Pengembangan Bahan Ajar dan Multimedia (P2BAM) serta Pusat Layanan Bahan Ajar (PUSLABA). Di sinilah mereka menyaksikan sendiri bagaimana UT mengembangkan Buku Materi Pokok (BMP), video pembelajaran, dan media interaktif yang mendukung sistem belajar jarak jauh. Pengalaman ini membuka mata banyak mahasiswa akan besarnya kerja keras di balik sistem pendidikan yang mereka nikmati setiap hari. 

Kegiatan ini memperkuat identitas mahasiswa UT sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi modern yang inklusif dan berdampak. Semangat ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas dan SDG 17 tentang kemitraan, yang tercermin dari kolaborasi antara UT Pusat dan UT Bandung dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa. 

Kunjungan ini bukan sekadar melihat gedung dan fasilitas. Ini adalah pengalaman yang menguatkan tekad: bahwa mahasiswa UT, dari mana pun mereka berasal, punya potensi yang sama untuk tumbuh, bersinar, dan memberi dampak positif bagi bangsa.