Tangerang Selatan, 12 Juni 2025 – Bagaimana jika arsip tidak hanya sekadar menyimpan masa lalu, tetapi juga membuka jalan ke masa depan? Inilah semangat yang menyatukan Universitas Terbuka (UT) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam audiensi yang berlangsung di Operation Room, Gedung BKUK UT Pusat. Audiensi ini menjadi titik awal penjajakan kerja sama strategis dalam pengembangan sumber daya manusia bidang kearsipan menuju Indonesia Emas 2045

Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri langsung oleh Rektor UT, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A., dan Kepala ANRI, Mego Pinandito, beserta jajaran pimpinan dari kedua institusi. Dalam sambutannya, Rektor UT menyampaikan optimisme bahwa kolaborasi ini dapat menjadi awal pembentukan strategi kerja sama yang baik antara kedua belah pihak. Beliau mengharapkan, pertemuan ini mendorong penguatan keilmuan dan kompetensi di bidang kearsipan melalui pendekatan pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh (PTTJJ) yang selama ini menjadi kekuatan utama UT.
“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Semoga kerjasama UT–ANRI dapat memperkaya prodi kearsipan di UT dan berkontribusi bagi peningkatan literasi dan profesionalisme SDM di bidang kearsipan nasional,” ujar Rektor UT.
Kepala ANRI, Mego Pinandito, juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan berkunjung ke UT, sekaligus mengungkapkan apresiasinya terhadap peran UT sebagai perguruan tinggi negeri pionir PTTJJ di Indonesia yang mampu menjangkau seluruh pelosok tanah air. Beliau melihat UT sebagai mitra strategis dalam menyediakan instrumen pendidikan, pelatihan, dan pengembangan kompetensi SDM kearsipan ANRI dalam era digital.
“UT adalah mitra tepat bagi ANRI. Dengan keunggulan teknologi pembelajaran yang dimiliki, kami optimis kerja sama ini akan melahirkan SDM arsiparis yang adaptif, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Kepala ANRI.
Dalam sesi diskusi, dibahas sejumlah inisiatif kolaboratif, mulai dari rencana pembukaan program studi Kearsipan hingga jenjang magister (S2), pengembangan pusat uji kompetensi kearsipan, penyediaan program magang mahasiswa, hingga peluang pendampingan pengelolaan arsip digital di lingkungan UT.

Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan cenderamata, sesi foto bersama, dan ramah tamah. Selain itu, ANRI juga diajak mengunjungi Indonesia Cyber Education Institute (ICE-I), sebagai wujud komitmen UT dalam inovasi pembelajaran berbasis teknologi dan kolaborasi antar perguruan tinggi global.
Kunjungan ANRI ini menjadi langkah awal terbangunnya sinergi konkret antara dunia pendidikan tinggi dan lembaga pengelola arsip nasional dalam mendukung tata kelola informasi publik yang inklusif, akuntabel, dan berkelanjutan.



