AAOU x KSF Webinar 2025: Perspektif Global tentang Pemanfaatan AI dalam Pendidikan

Tangerang Selatan, 5 Mei 2025 Asian Association of Open Universities (AAOU) secara konsisten berkomitmen untuk memajukan pendidikan terbuka di kawasan Asia dengan menghadirkan pakar-pakar terkemuka di bidang pendidikan jarak jauh. AAOU aktif mendukung pencapaian Sustainable Development Goals ke-4 (SDG 4) tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan merata.

Kali ini, AAOU berkolaborasi dengan Knowledge Sharing Forum (KSF) Universitas Terbuka (UT) untuk menyelenggarakan webinar secara virtual pada Senin, 5 Mei 2025. AAOU bersama KSF menyajikan forum akademik bertema “ Global Perspectives on the Application of AI in Education“. Webinar ini dirancang khusus untuk menciptakan ruang kolaborasi dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman, dengan fokus utama pada pengembangan pendidikan dan penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada pembelajaran yang tentunya tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di skala global.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Rektor UT sekaligus Presiden AAOU, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. Beliau menyampaikan bahwa topik webinar ini terinspirasi dari ICDE 2024 Quality Network, membahas peran AI dalam transformasi pendidikan, termasuk pengajaran, pembelajaran, dan dalam manajemen sistem pendidikan dalam sebuah perguruan tinggi khususnya perguruan tinggi jarak jauh.

Webinar ini juga menjadi yang pertama pada masa presidensi Dr. Mohamad Yunus di AAOU, sehingga Beliau pun menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasinya bagi narasumber kali ini yaitu Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. – yang juga merupakan Guru Besar UT.

Pada paparannya, Prof. Ojat selaku narasumber menekankan tentang masifnya perkembangan AI di seluruh bidang khususnya bidang pendidikan tinggi. Beliau mengawali presentasinya dengan data terkait pengembangan serta pemanfaatan AI bagi perguruan tinggi jarak jauh di seluruh dunia. Banyak perguruan tinggi jarak jauh seluruh wilayah di seluruh dunia; Afrika, Timur Tengah, Asia, Eropa, Amerika, dan Oseania, telah memanfaatkan AI dalam pembelajaran maupun penunjang operasional. Mulai dari penggunaan AI Proctoring dalam ujian daring, pemanfaatan Large Language Modelsuntuk pengambilan keputusan, hingga penggunaan AI Voice Chatbot untuk pendaftaran, tutor berbantuan AI, dan sistem penilaian otomatis seperti yang dilakukan oleh UT.

Selain data tersebut, Prof. Ojat juga menganalisis peluang dari penggunaan AI dalam pembelajaran di level pendidikan tinggi jarak jauh. Berbagai peluang serta keuntungan seperti kemungkinan akan bantuan belajar bagi mahasiswa selama 24/7, serta pembelajaran yang dapat dipersonalisasi bagi setiap mahasiswa, serta peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam proses administratif sebuah perguruan tinggi pun menjadi kesempatan besar yang perlu dilakukan.

Tidak hanya peluang, Bapak Deputi Menko PMK juga menekankan bahwa banyak pula tantangan yang perlu dijawab. Permasalahan privasi dan data diri yang terekspos pada database AI menjadi salah satunya. Di samping itu, masalah yang juga krusial adalah bahaya pemanfaatan AI yang berlebihn dapat menyebabkan kemampuan critical thinking dan problem solvingmahasiswa menjadi kurang terasah. Beliau menyampaikan pentingnya sosialisasi dan pelatihan terkait panduan etis dalam pemanfaatan AI dalam pembelajaran. UT bersama AAOU senantiasa selalu berkomitmen dalam mendukung pencapaian SDG 4. UT dan AAOU menunjukkan sinergisitasnya melalui langkah nyata dalam bentuk berbagai kegiatan dan forum. Forum ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah upaya mendalam untuk memperkaya wawasan akademik sekaligus meningkatkan kapasitas penelitian di kalangan praktisi pendidikan terbuka di Asia. AAOU terus memperkuat perannya sebagai wadah bagi para ahli dan praktisi untuk saling belajar dan menginspirasi kemajuan pendidikan jarak jauh yang berkualitas.