Perdana! SPs UT Gelar FUSION, Angkat Inovasi Pendidikan dan SDGs di Era VUCA

Universitas Terbuka (UT) sukses menggelar seminar internasional perdana yang digagas oleh Sekolah Pascasarjana (SPs) dengan nama Forum for University Scholars in Interdisciplinary Opportunities and Networking” (FUSION). FUSION dilaksanakan secara hybrid, melibatkan peserta secara luring di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) dan daring melalui Zoom serta kanal YouTube pada tanggal 5 Desember 2024. FUSION diharapkan menjadi agenda tahunan yang menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Research Methodology in VUCA: Navigating Complexity and Diversity,” menyoroti bagaimana peran metodologi penelitian dalam membantu menghadapi tantangan dalam dunia yang penuh dinamika dan ketidakpastian, serta membahas solusi untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SGs4 tentang pendidikan berkualitas untuk semua dan SDGs 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan global. 

Ketua Panitia FUSION, Astri Dwi Jayanti Suhandoko, M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa FUSION menjadi kegiatan seminar internasional pertama yang diusung oleh SPs, sebelumnya forum seperti ini sudah dilaksanakan oleh fakultas dan unit lain di UT. Astri menambahkan bahwa pentingnya kolaborasi interdisipliner dan memberikan ruang bagi para akademisi untuk mengatasi tantangan dan peluang penelitian dalam kondisi yang tidak stabil, tidak pasti, kompleks, dan dunia yang ambigu (VUCA). “Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mendorong dialog antar disiplin ilmu, menginspirasi pendekatan inovatif terhadap metodologi penelitian, dan memperkuat kolaborasi yang menghasilkan kontribusi yang berdampak bagi akademisi dan masyarakat,” ujar Astri.

Dalam sambutan yang disampaikan oleh Direktur SPs, Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si., bahwa tema yang diusung kali ini, “Research Methodology in VUCA: Navigating Complexity and Diversity,” beresonansi dengan tantangan dan peluang pada waktu yang tidak terbatas. Di era yang penuh dengan ketidakpastian, kompleksitas dan ambiguitas atau yang dikenal dengan istilah VUCA, peran dari akademisi, pendidik dan peneliti sangat penting dari sebelumnya. “Perubahan yang cepat pada teknologi, masyarakat, permintaan dinamis global, pendekatan metodologi penelitian tidak hanya menjawab pertanyaan saat ini tetapi juga mengantisipasi tantangan masa depan,” ujar Prof. Maman.

Sesi diskusi panel pagi dipandu oleh Dr. A. Hadian Pratama Hamzah, S.IP., M.IL dan menghadirkan dua pembicara terkemuka, yaitu Prof. Dr. Harjum Muharam, S.E., M.E. dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro, Indonesia, serta Prof. Amanda Reichelt-Brushett dari Faculty of Science and Engineering Southern Cross University, Australia. Sementara itu, sesi diskusi panel siang dimoderatori oleh Dr. Bachtiar, S.S., M.Pd. dan menghadirkan tiga pembicara, yaitu Prof. Dr. Mohd. Na’eim Bin Ajis dari College of Law, Government & International Student Universiti Utara Malaysia, Prof. Oscar Odena dari School of Education University of Glasgow, United Kingdom, serta Prof. Dr. Maman Rumanta, M.Si. dari Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka. 

Dalam debut perdananya, FUSION melibatkan 18 perguruan tinggi negeri dan swasta sebagai co host, antara lain Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA), Universitas Batanghari Jambi, Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI, Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), IBI Kosgoro 1957, Politeknik Bisnis Kaltara, Universitas Bale Bandung, Universitas Widyatama Bandung, STIE AMKOP Makassar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Suryakancana, Universitas Putra Bangsa, Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Universitas Utpadaka Swastika, STKIP Kusuma Negara, Institut Bisnis dan Keuangan Nitro, Universitas Muhammadiyah Makassar. Dari delapan belas perguruan tinggi ini, sebanyak 156 pemakalah akan bergabung baik secara luring maupun daring. Melalui inisiatif ini, para peserta akan memiliki kesempatan untuk terlibat dalam diskusi kolaboratif yang memperkuat kemitraan akademik serta membuka jalan bagi penelitian interdisipliner.

Tidak hanya seminar, FUSION 2024 juga menjadi momen penting bagi UT untuk memperkuat kerja sama akademik. Acara ini turut menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) UT dengan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI, dengan ruang lingkup mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Selain itu, terdapat 3 (tiga) mitra yang menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan UT, yaitu Universitas Batanghari Jambi, Universitas Bale Bandung, dan Universitas Putra Bangsa. 

Sebagai apresiasi terhadap kontribusi akademik terbaik, FUSION 2024 memberikan penghargaan kepada 6 (enam) best paper dan 8 (delapan) best presenter. Penerima best paper adalah sebagai berikut: (1) Agung Hari Wibowo dan Khoirudin Fakhri dari Darul Ulum Islamic Centre Sudirman University; (2) Della Conceta, Suci Ayu Khoirunnisa, Nova Dwi Putri, Muhammad Faiq Rifai, Eka Kusmayati Sukardi dari Universitas Muhammadiyah  Prof. DR. HAMKA; (3) Audi Yundayani, Fiki Alghadari dari STKIP Kusuma Negara; (4) Yurika Oktaviane, Sardjijo dari Universitas Terbuka; (5) Rakha Pradestya, Sudirman, Ardi Dwi Susandi dari Universitas Terbuka; dan (6) Jumi Restuningsih & Dede Hertina dari Widyatama University. Sedangkan penerima best presenter adalah sebagai berikut: Noraini Abdullah; Arsy Najwa Hadaina; Dyah Ekaari Sekar Jatiningsih; Nadlirotun Luthfi; Eri Prabowo; Shanti Pramelia; Robiah Al Adawiyah; dan Anggi Aulia.

Kegiatan ini didukung oleh berbagai sponsor utama, termasuk Bank Mandiri, BRI, Bank Syariah Indonesia, dan BTN. Melalui FUSION 2024, UT menunjukkan komitmennya dalam mendukung SDGs melalui pendidikan jarak jauh yang berkualitas dan inovatif. FUSION 2024 diharapkan menjadi katalisator dalam memperkuat kemitraan akademik, mendorong penelitian interdisipliner, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan. Sebagai agenda tahunan, FUSION diharapkan mampu terus menginspirasi kolaborasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.