Transformasi Pendidikan Digital: UT & Indosat Ooredoo Gagas Inovasi Smart Connectivity Hadapi  Tantangan VUCA! 

Dalam era yang penuh ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas atau sering disebut sebagai VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) menghadapi tantangan baru yang memerlukan strategi yang adaptif dan inovatif. Menyadari urgensi ini, Universitas Terbuka (UT) bekerja sama dengan Indosat Ooredoo untuk menggelar webinar bertema “Smart Connectivity untuk Pendidikan Jarak Jauh: Strategi Adaptif dalam Menghadapi Tantangan VUCA”. Webinar ini diselenggarakan pada Kamis, 28 November 2024 dan terbuka untuk umum. Tidak hanya sekadar sebagai wadah untuk berdiskusi, webinar ini juga menunjukkan komitmen nyata UT khususnya untuk berkolaborasi dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) serta pengimplementasian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs pada tujuan SDGs ke-4 yaitu Pendidikan yang Berkualitas serta tujuan SDGs ke-17 yaitu Kemitraan untuk mencapai tujuan.  

Tema yang diangkat pada webinar ini sangat relevan dengan situasi saat ini, di mana dunia pendidikan harus beradaptasi dengan tantangan Volatility (perubahan pesat pada teknologi dan ekonomi), Uncertainty (perubahan tren digital dan permintaan edukasi yang sulit diterka), Complexity (pengelolaan interaksi antara teknologi, aksesibilitas, dan kebutuhan pengguna), dan Ambiguity (menavigasi jalur yang tidak jelas, memastikan pembelajaran inklusif dan efektif). Dengan memanfaat teknologi dan konektivitas pintar, ini dapat mencari solusi terbaik dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. 

Webinar ini menghadirkan narasumber yang luar biasa, yaitu Mokhammad Thoriq Syarief Husein selaku Vice President of Brand Engagement Tri serta Abdurrahman Rahim Thaha selaku Dosen Program Studi Administrasi Bisnis pada Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP) UT. Mengawali webinar ini disampaikan sambutan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D. yang sekaligus akan membuka rangkaian acara webinar. Beliau menyampaikan bahwa sebagai PTN yang mengemban amanah pendidikan terbuka dan jarak jauh, UT terus berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi dalam dunia pendidikan. Tema yang diangkat hari ini mencerminkan kebutuhan mendesak institusi pendidikan dalam menghadapi realitas dalam dunia VUCA, yang penuh ketidakpastian, kompleksitas, dan perubahan yang dinamis. 

“Kerja sama antara UT dan Indosat Ooredo merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan smart connecttivity untuk menjawab tangangan ini. Teknologi seperti 5G, Internet of Things (IoT), dan claude computting yang menjadi inti dari smart connectivity bukan hanya menawarkan solusi konektivitas tetapi juga mendukung efisiensi, inklusivitas, dan keberlanjutan pembelajaran jarak jauh,” ungkap Rahmat Budiman.  

Rahmat Budiman juga berharap webinar ini menjadi ruang diskusi dan kolaborasi bagi produk dimana akademisi, praktisi, dan mahasiswa dapat saling berbagi ide dan wawasan. “Bersama kita akan merumuskan strategi adaptif yang dapat diterapkan untuk mendukung keberhasilan pendidikan jarak jauh, memastikan  pendidikan tetap inklusif, relevan, dan berkualitas di tengah berbagai tantangan,” lanjutnya.  

Acara dilanjutkan ke inti acara yaitu pemaparan materi oleh para narasumber yang dimoderatori oleh Sucipto, M.Pd. Pemaparan pertama disampaikan oleh Mokhammad Thoriq Syarief Husein, berbicara tentang bagaimana teknologi dan konektivitas pintar dapat memainkan peran penting dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh dunia VUCA, termasuk ketidakpastian yang melanda dunia pendidikan. Kenyataannya, meski dunia semakin digital, masih ada masyarakat yang belum bisa menikmati infrastruktur dan akses internet dengan mudah, andal, dan konektivitas yang cepat. Beliau juga menambahkan bahwa selain dengan pesatnya perkembangan teknologi digital, saat ini sangat diperlukan memiliki literasi digital yang baik sehingga dapat menyaring dan memanfaatkan teknologi digital dengan efektif terutama untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh.  

Sebagai menjawab tantangan VUCA khususnya dalam konteks pendidikan jarak jauh, kita semua merespons tantangan tersebut dengan Smart Connectivity yang menggunakan teknologi mutakhir seperti jaringan 5G, IOT, AI, Cloud Computing agar terintegrasi, efisien, dan adaptif. Dengan adanya Smart Connectivity berfungsi untuk dapat meningkatkan fleksibilitas dan inklusivitas pada pembelajaran jarak jauh, ⁠mengembangkan kolaborasi dan interaksi pada pembelajaran jarak jauh, serta yang terpenting adalah  Memudahkan akses pada sumber daya pada pembelajaran jarak jauh. Ini sangat sejalan dengan tujuan dari SDGs keempat yaitu pendidikan yang berkualitas yang inklusif dan merata untuk semua.  

“Kami memiliki program ‘HAPPY’ yang bertujuan untuk mendorong anak muda di seluruh Indonesia berkreasi di dunia digital, karenanya kami ingin memperkuat literasi digital anak muda di Indonesia, mendukung mereka mencapai potensi terbaik mereka di dalam dunia digital,” tambah Mokhammad Thoriq. 

Selain pemaparan dari Mokhammad Thoriq, terdapat pemaparan dari Abdurrahman Rahim Thaha dari UT yang menyampaikan perspektif akademis mengenai integrasi teknologi dalam kurikulum dan pembelajaran jarak jauh yang semakin vital di masa kini. Dalam pemaparannya beliau mengungkapkan bahwa berdasarkan data, mahasiswa UT lebih dari 50% mahasiswa UT adalah pemuda berumur 25 tahun ke bawah, oleh karenanya di era VUCA ini kebutuhan generasi Z ini harus lebih diutamakan. “Tidak hanya itu, kita juga  harus menyesuaikan pembelajaran yang mungkin anak-anak muda lebih suka pembelajaran yang interaktif dan suka membahas teknologi, sehingga transformasi digital yang lebih transformatif dan lebih urgent,” pungkasnya. 

Abdurrahman juga menyampaikan bahwa demografi mahasiswa UT sangat beragam, sebagai contoh mahasiswa UT yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) cukup banyak. “kita butuh strategi literasi digital yang lebih masif supaya bisa mudah diakses oleh mahasiswa daerah 3T karena mereka keterbatasan infrastruktur dan sebagainya,” ungkapnya. 

Dengan terciptanya kolaborasi antara UT dengan Indosat Ooredoo ini khususnya dengan adanya Smart Connectivity dan teknologi-teknologi terkini, menjadi pondasi pembelajaran jarak jauh bagi semua serta dunia digital menjadi tempat untuk mengembangkan potensi diri kita semua. Tidak hanya itu, harapannya ke depan pekerjaan-pekerjaan di dunia pendidikan bisa lebih seamless, dengan e-learning yang kita miliki harusnya bisa menjadi seamless dan mempermudah mahasiswa dalam pembelajaran. 

Sebagai penutupan, para narasumber dan peserta webinar sepakat bahwa pendidikan berkualitas adalah fondasi untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Dengan semangat yang tinggi, kita semua optimis bahwa kualitas pendidikan di Indonesia akan terus berkembang, beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat, dan siap menghadapi tantangan global. 

“Pendidikan Digital adalah Kunci untuk Masa Depan,” ujar Rahmat Budiman, Wakil Rektor 4 UT. “Kita harus terus mendorong inovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan, terutama di era digital. Dengan komitmen yang kuat, kolaborasi yang baik, dan kesiapan untuk berada di garis terdepan, kita dapat menjadi motor penggerak transformasi digital pendidikan nasional,” lanjut beliau. 

Melalui sinergi antara berbagai pihak, termasuk universitas, pemerintah, dan sektor swasta, Indonesia dapat memastikan bahwa pendidikan digital bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga fondasi yang kuat untuk masa depan bangsa. Dengan semangat kolaborasi, kita akan terus bergerak maju, menciptakan pendidikan yang inklusif, relevan, dan adaptif di tengah dinamika zaman.