Guru Besar IPB dan Anggota DPRD Gorontalo, Inspirasi Belajar Tanpa Batas di Wisuda UT!

Universitas Terbuka (UT) memainkan peran penting dalam memajukan pendidikan tinggi di Indonesia, terutama melalui sistem Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ). Dengan pendekatan inovatif ini, UT tidak hanya memberikan akses pendidikan yang fleksibel dan inklusif, tetapi juga menawarkan solusi bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu, jarak, dan biaya. Dengan capaian lebih dari 671 ribu mahasiswa aktif dan 2 juta alumni, baik di dalam maupun luar negeri, menunjukkan skala keberhasilan UT dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh semua orang, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil, perbatasan, atau yang memiliki pekerjaan penuh waktu. Melalui fleksibilitas waktu, jarak, dan biaya, UT menjadi solusi bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa meninggalkan kesibukan atau kendala geografis.

Pada 19 November 2024, UT menyelenggarakan wisuda UT Periode 1 Wilayah 2 Tahun Akademik 2024/2025 di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) yang dihadiri sekitar 2.006 wisudawan dari berbagai UT Daerah dari Sabang sampai Merauke bahkan dari UT Luar Negeri. Dengan mengusung tema, “Ciptakan Generasi Emas Berkualitas Sampai di Tapal Batas,” UT menunjukkan bahwa ini bukan sekadar slogan, melainkan wujud nyata dari komitmennya untuk mendidik generasi emas yang kompetitif di era global. Komitmen ini diwujudkan dengan menyediakan akses pendidikan tinggi berkualitas yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat tanpa batasan jarak.

Acara wisuda diawali dengan pembukaan oleh Rektor Universitas Terbuka (UT), Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Rektor mengenai Pengukuhan Lulusan Periode 1 Wilayah 2 Tahun Akademik 2024/2025 oleh Direktur Direktorat Administrasi Akademik dan Kelulusan (DAAK), Firmansyah, S.Kom., M.M., yang kemudian dikukuhkan oleh Rektor UT.

Dalam wisuda kali ini, UT juga mengukuhkan lulusan terbaiknya melalui pembacaan Surat Keputusan Rektor tentang Lulusan Terbaik Periode 1 Wilayah 2 Tahun Akademik 2024/2025 oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UT, Dr. Mohamad Yunus, M.A. Dari program Magister, lulusan terbaik pada wisuda kali ini adalah Silvia Najemi dari Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, UT Banjarmasin dan Boy Andika Sinaga dari program studi Magister Manajemen, yang keduanya meraih IPK sempurna 4,00. Sedangkan dari program Sarjana, wisudawan terbaik disandang oleh Mutiara Imroni dari Program Studi Sastra Inggris Bidang Minat Penerjemahan, UT Pontianak dengan IPK 3,98 dan Moch. Firhan Vallerian dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UT Malang dengan IPK 3,96. Prestasi ini mencerminkan kualitas pendidikan UT yang mampu menghasilkan lulusan unggul di berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D., mengucapkan selamat kepada para wisudawan atas pencapaiannya, disaat mahasiswa UT lainnya masih berusaha menempuh pendidikan dan kendala-kendala yang harus dihadapi. Seperti yang diketahui menempuh studi di UT mempunyai tantangan yang berbeda dengan sistem belajar di Perguruan Tinggi konvensional. Prof. Ojat kemudian menyampaikan bahwa agar bangsa Indonesia bisa sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang telah maju, human capital merupakan komponen yang sangat penting. Untuk menghasilkan human capital unggul, maka dibutuhkan pendidikan. “Pendidikan bukan lagi sekedar privilege, namun sudah menjadi civic duty,” ujar Prof. Ojat. Beliau juga menyoroti peran UT dalam menjawab keterbatasan akses di perguruan tinggi konvensional dengan menghadirkan sistem pendidikan yang fleksibel dan inklusif, dapat diakses siapa saja dan dimana saja..

Hal menarik yang ada di wisuda Periode 1 Wilayah 2 Tahun Akademik 2024/2025 ini adalah adanya dua wisudawan inspiratif yaitu yang pertama adalah Prof. Dr. Ir. Surjono Hadi Sutjahjo, M.S., seorang Guru Besar di bidang Genetik dan Pemuliaan Tanaman di IPB, sekaligus sebagai salah seorang penulis modul UT dengan topik lingkungan. Prof. Surjono telah menyelesaikan studinya dari Program Studi Ilmu Hukum UT Bogor. Prof. Surjono memutuskan untuk melanjutkan kuliah di UT sebagai bentuk dukungan kepada keponakannya yang juga terdaftar di UT Bogor. Meski memiliki kesibukan luar biasa sebagai akademisi, beliau dapat menyelesaikan kuliahnya tepat waktu tanpa mengikuti layanan tutorial, kecuali untuk mata kuliah Karya Tulis Ilmiah, membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal batasan waktu dan usia. Wisudawan inspiratif selanjutnya yaitu Lolly Yunus, Anggota DPRD Gorontalo, yang juga menempuh program studi Manajemen di UT, turut membuktikan bahwa pendidikan tinggi dapat dijangkau oleh siapa saja, tanpa terkecuali profesi atau aktivitas lainnya. Hal ini menunjukkan bagaimana UT terus membuka akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, tak terbatas oleh berbagai hambatan.

Momen wisuda ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para lulusan, tetapi juga bagi UT sebagai yang terus berkomitmen mencetak lulusan berkualitas, kompetitif, dan berkarakter. Para wisudawan adalah bukti nyata bahwa semangat belajar mampu menembus segala batas, mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdampak luas.

Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari babak baru menuju impian dan tujuan hidup. Selamat kepada seluruh lulusan UT! Teruslah berkarya, raih kesuksesan, banggakan almamater, serta agen perubahan yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa.

Bersama UT, pendidikan tinggi berkualitas akan selalu terbuka untuk semua sampai di tapal batas!