3rd ICoMUS 2024: UT Dongkrak Internasionalisasi dan Kolaborasi Riset Multidisiplin Ilmu!

Pada tahun 2024 ini, Universitas Terbuka (UT) kembali menggelar konferensi internasional tahunan bergengsi, International Conference on Multidisciplinary Academic Studies (ICoMUS) yang ke-3. Acara ini diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UT secara hybrid yaitu di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) serta melalui Zoom Meeting dan live streaming di Youtube UT TV. Dengan mengusung tema yang sangat relevan dengan keadaan saat ini yaitu, “Collaborative Synergy for Deepening Research Understanding Towards Internationalization”, konfrensi internasional ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi riset multidisiplin ilmu guna meningkatkan kualitas, relevansi, dan dampak penelitian di skala global.  

The 3rd ICoMUS tahun ini menarik perhatian sekitar 300 peserta, termasuk 130 presenter yang memaparkan hasil riset mereka secara luring maupun daring, serta 158 partisipan lainnya. Acara ini juga dihadiri pimpinan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Jabodetabek, perwakilan dari Belmawa, dan pejabat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 

Acara dibuka A. Rachmat Wirawan, S.H., M.H. selaku Ketua Panitia ICoMUS pada 2024. Dalam laporannya, beliau menekankan pentingnya penelitian multidisiplin yang saat ini dianggap sebagai pendorong inovasi dan kemajuan riset. Ungkap Rachmat Wirawan, dunia terus berubah dengan cepat dan kompleks yang menuntut pendekatan multidisiplin sebagai pendorong utama dalam menghasilkan penelitian berkualitas. “Melalui kolaborasi antar peneliti dari berbagai disiplin ilmu, kita dapat menghasilkan publikasi dan riset yang bernilai tinggi,” sambungnya. 

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D. selanjutnya menyampaikan bahwa pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan beragam perspektif dan pendekatan diperlukan untuk menghadapi kemajuan pesat teknologi dan peradaban global. Lebih lanjut, Prof. Dewi Padmo menekankan bahwa kolaborasi dan networking, baik nasional maupun internasional, kini menjadi kompetensi fundamental bagi para peneliti. “Praktik-praktik ini sangat penting dalam mencapai keunggulan penelitian dan memungkinkan para sarjana untuk bersaing di panggung internasional,” pungkasnya. Di akhir sambutannya,  Prof. Dewi Padmo juga mengucapkan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh dosen dan mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam konferensi internasional ini, dan harapannya akan semakin banyak komunitas akademik yang bergabung ke depannya. 

Wakil Rektor UT Bidang Akademik, Dr. Mohamad Yunus, S.S., M.A. yang mewakili Rektor UT dalam pembukaan secara resmi rangkaian kegiatan 3rd  ICoMUS 2024. Beliau menyoroti pentingnya sinergi kolaboratif termasuk penggabungan kekuatan, keahlian, dan sumber daya dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan kolektif yang lebih besar dari apa yang dapat dicapai secara individu. Menurutnya, kerja sama lintas disipilin dan lintas negara menjadi kunci dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Diharapkan konfrensi ini dapat mendorong sinergi kolaboratif  dari berbagai pihak sehingga proses internasionalisasi riset dapat berjalan lebih cepat dan efektif. 

3rd ICoMUS ini menghadirkan keynote speaker Prof. Dr. Ir. M. Faiz Syuaib, M.Agr., selaku Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdia kepada Masyarakat. Dalam sesi utama, Prof. Faiz membawakan materi berjudul “Policy & Programs of the Directorate for Research, Technology and Community Service (DRTPM) to Strengthen Collaboration and to Leverage Research Quality, Relevancy & Impact“. Materi ini menyoroti kebijakan dan program DRTPM dalam mendukung kolaborasi penelitian dan mengembangkan kualitas serta relevansi riset yang berdampak bagi masyarakat luas. 

Selain keynote speaker, 3rd ICoMUS juga menghadirkan tiga pembicara terkemuka, baik nasional maupun internasional yaitu: 

  1. Reynaldo B Vea dari Mapua University, Filipina, yang membawakan topik “Mapua University: Multidisciplinary Studies” untuk mendiskusikan pendekatan riset multidisiplin di lembaganya. 
  1. Dr. Wesley Teter dari University of Tokyo dan pendiri Mavericks, yang menyampaikan topik “Data-Driven Governance: Reorienting Lifelong Learning Systems” tentang pentingnya sistem pembelajaran seumur hidup yang berorientasi pada data. 
  1. Prof. Ir. Tian Belawati, M.Ed., Ph.D. dari UT, Indonesia, dengan topik “Collaborative Research: Some Notes for Success” yang memberikan wawasan mengenai praktik terbaik dalam kolaborasi penelitian 

Salah satu momen spesial dalam ICoMUS 2024 adalah partisipasi dari salah seorang mahasiswa UT penyandang disabilitas, Ananda Rizki, sebagai salah satu presenter. Partisipasi mahasiswa disabilitas ini menunjukkan komitmen UT dalam memberikan akses pendidikan yang inklusif dan mendorong keterlibatan setara dalam dunia akademik. 

Dalam sesi press conference, Prof. Dewi Artati Padmo, KetuaLPPM UT menyampaikan bahwa UT terus berfokus pada pemanfaatan teknologi dan riset multidisiplin untuk menghasilkan penelitian yang berdampak. Salah satu contoh penerapan riset kolaboratif yang diangkat adalah pengembangan inovasi alat batik (canting) dari bahan lain yang akan dipatenkan dan berpotensi dipasarkan secara luas. Riset ini dilakukan dengan bekerja sama dengan mitra industri dan perguruan tinggi negeri (PTN) lain, yang menunjukkan komitmen UT dalam merealisasikan program berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). 

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis UT, Rahmat Budiman, Ph.D. menambahkan bahwa UT terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas riset, baik di tingkat nasional maupun internasional. Rahmat Budiman juga menegaskan bahwa tahun depan UT terus berkomitmen untuk meningkatkan anggaran penelitian internal hingga 40 miliar rupiah guna mendukung proposal penelitian berkualitas tinggi dari para dosen dan peneliti. 

Pada kesempatan yang sama, Prof. Faiz Syuaib menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam penelitian untuk menghadapi berbagai permasalahan kompleks di masyarakat. “Budaya penelitian multidisiplin perlu terus dikembangkan, karena tantangan yang kompleks tidak dapat diselesaikan oleh satu disiplin ilmu saja,” ujarnya. Konferensi ICoMUS ini, lanjutnya, semakin menegaskan peran Universitas Terbuka sebagai pelopor pendidkan jarak jauh (PJJ) di Indonesia yang juga mengedepankan pengembangan riset multidisiplin dan internasionalisasi pendidikan tinggi untuk memperkokoh kualitas akademiknya. Prof. Faiz menambahkan, ”UT merupakan aset yang luar biasa dengan keunikan dan keunggulan yang tidak dipunyai universitas lainnya. Bahkan UT terbaik nomor dua di dunia untuk sistem Open Distance Learning (ODL) nya. Beliau pun menjelaskan kekuatan UT dengan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh (PTJJ) yang dapat menjangkau akses pendidikan tinggi yang seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia. Prof. Faiz menambahkan, UT tidak hanya berfokus pada kuantitas semata, melainkan tetap dengan konsisten menjamin kualitas pendidikannya yang sesuai dengan standar yang sudah ditentukan, termasuk dalam pengembangan kualitas risetnya. 

Acara ditutup dengan pengumuman Best Paper, di mana untuk kategori Dosen diraih oleh Agil Rakasiwi, Mario Aditya Prasetyo, dan Gunawan Wiradharma, sedangkan kategori mahasiswa diraih oleh Bahir Muhammad. Konferensi ini berhasil memfasilitasi kolaborasi internasional dan memfasilitasi diskusi akademik yang produktif dalam mendukung internasionalisasi riset di Indonesia. Melalui ICoMUS 2024, UT terus memperkuat komitmennya dalam mewadahi pengembangan riset multidisiplin dan sinergi kolaboratif untuk memperdalam pemahaman riset, serta memajukan proses internasionalisasi penelitian guna menghasilkan karya yang berdampak luas bagi masyarakat global.