Pakistan – 17 Oktober 2024 – Konferensi tahunan Asian Association of Open Universities (AAOU) yang ke-37 resmi berakhir hari ini di Islamabad, dengan fokus kuat pada transformasi digital, praktik inovatif, dan masa depan pendidikan jarak jauh. Diselenggarakan oleh Allama Iqbal Open University (AIOU), upacara penutupan menandai akhir dari acara yang sukses, yang mengumpulkan pendidik, pembuat kebijakan, dan inovator terkemuka dari seluruh kawasan.Program hari ini dimulai dengan paparan pembicara kunci oleh Prof. Dr. Zia Ul-Qayyum, Executive Director of the Higher Education Commission of Pakistan. Pidatonya yang berjudul “Shaping the Future: Digital Transformation in Higher Education: Leveraging Novel Technologies to Transform Learning and Assessment” membahas bagaimana teknologi baru sedang merevolusi pembelajaran dan penilaian di era digital. Sesi ini dipimpin oleh Prof. Dr. Arshad Saleem Bhatti, Vice Chancelor Virtual University of Pakistan.Sebelum penutupan, Dr. Zahid Majeed, Koordinator Konferensi, menyampaikan ringkasan rekomendari dari konferensi. Rekomendasi ini merangkum diskusi dan saran kunci dari acara tersebut, dengan fokus pada pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk memastikan bahwa pendidikan jarak jauh tetap dapat mudah diakses, inklusif, dan efektif.

Dalam sesi penutupan, Presiden AAOU – Prof. Dr. Ojat Darojat, sekaligus Rektor Universitas Terbuka (UT), memuji keberhasilan acara ini dalam mempromosikan dialog seputar isu-isu penting dan terkini dalam pendidikan jarak jauh (PJJ), terutama peran teknologi yang semakin canggih untuk dimanfaatkan dalam dunia pendidikan. Prof. Dr. Nasir Mahmood, Vice Chancellor AIOU, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak dan berbagi optimisme tentang perkembangan PJJ yang berkelanjutan di Asia.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan peluncuran resmi buku “MOOCs in Asian Higher Education Institutions” oleh Assoc. Prof. Rahmat Budiman, Ph.D., Sekretaris Jenderal AAOU. Buku ini, yang ditulis oleh 56 penulis dari 7 negara Asia, merangkum perkembangan inisiatif MOOC di wilayah Asia, mulai dari tahap awal hingga saat ini.
Salah satu acara puncak yang dinantikan dari sesi penutupan adalah pengumuman para pemenang AAOU Awards 2024 dimana UT berhasil memboyong 2 (dua) penghargaan sekaligus yang sekaligus mengakui kontribusi luar biasa para pemenang di beberapa kategori sebagai berikut.
• Young Innovator Award:
o Gold Medal: Lirong Du dan Han Li dari Jiangsu Open University, China
o 1st Silver Medal: Nazia Rafiq dan Mariam Ahmad dari Virtual University of Pakistan
o 2nd Silver Medal: Shabir Ahmed Wani dan Khalid Waquar Abid dari Indira Gandhi National Open University, India
• Best Practice Award:
o Gold Medal: Arshad Taseen dari Bishop’s University, Canada
o 1st Silver Medal: Shawira Abu Bakar, Nooni Ezdiani Yasin, dan tim dari Open University Malaysia
o 2nd Silver Medal: Maximus Gorky Sembiring dan Mochamad Priono dari Universitas Terbuka, Indonesia
• Best Paper Award:
o Gold Medal: Sun Chuanyuan (Shanghai Open University) dan Dr. Chulani Herath (Open University of Sri Lanka)
o 1st Silver Medal: Maximus Gorky Sembiring dan Sjaiful Munir dari Universitas Terbuka, Indonesia
o 2nd Silver Medal: Nurul Hidayah Binti Mohamad Farok dari Wawasan Open University, Malaysia
Salah satu momen yang paling berkesan lainnya dalam upacara tersebut adalah ketika Dr. Zahid Majeed dari Allama Iqbal Open University (AIOU) dianugerahi AAOU Meritorious Service Award yang prestisius. Penghargaan ini merupakan pengakuan tulus atas kontribusi luar biasa Dr. Majeed di bidang pendidikan jarak jauh, di mana dedikasinya telah memberikan dampak mendalam dalam memajukan PJJ. Komitmennya yang tak tergoyahkan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan jarak jauh, bersama dengan pelayanan signifikan kepada komunitas AAOU, menjadikannya sebagai sosok yang paling layak menjadi penerima penghargaan ini.

Konferensi ditutup dengan pengumuman yang menggembirakan bahwa Konferensi AAOU ke-38 akan diadakan di Beijing, China, pada tahun 2025. Acara yang sangat dinanti ini akan diselenggarakan oleh Open University of China (OUC), yang mana konferencei tahun depan juga diprediksi akan menyedot minat para praktisi, pendidik, dan pembuat kebijakan di dunia PJJ. Saat para delegasi menantikan pertemuan ini, konferensi tahun 2025 diharapkan dapat melanjutkan momentum dari pencapaian tahun ini, lebih lanjut memajukan bidang PJJ dan mendorong kolaborasi di seluruh kawasan.
Sampai jumpa di Beijing, tahun depan!


