Tangerang Selatan, 19/09/2024 – Universitas Terbuka (UT), melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dengan bangga kembali menyelenggarakan even tahunan yang bergengsi, The 7th International Seminar on Business, Economics, Social Science, and Technology (ISBEST). Seminar internasional ini mengusung tema “Digital Transformation Strategies: Navigating the Future”. Seminar internasional ini berlangsung pada Kamis, 19 September 2024, secara hybrid di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) Tangerang Selatan untuk peserta luring, serta melalui Zoom Meeting dan live streaming di YouTube UT TV untuk peserta daring.


ISBEST telah menjadi ajang diskusi ilmiah yang menarik perhatian peserta dari berbagai kalangan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Seminar ini diikuti oleh berbagai sivitas akademika, termasuk dosen, praktisi, tenaga pendidik, dan mahasiswa, baik dari internal UT maupun luar UT. Ketua Panitia The 7th ISBEST, Nihan Anindyaputra Lanisy, M.Sn., melaporkan bahwa seminar ini dihadiri oleh 71 penyaji makalah baik yang hadir secara luring maupun daring serta dihadiri oleh 500 peserta, dengan 200 partisipan hadir secara luring, dan 300 partisipan mengikuti secara daring.


Penyelenggaraan ISBEST kali ini memberikan pencerahan sekaligus memperluas wawasan baru khususnya mengenai maraknya transformasi digital dan keberlanjutannya khususnya di bidang bisnis, ekonomi, ilmu sosial, dan teknologi. Tidak hanya itu, rangkaian ISBEST ini menjadi platform bagi para peneliti, pendidik, mahasiswa, praktisi, pembuat kebijakan, dan akademisi untuk mempresentasikan studi mereka di bidang bisnis, ekonomi, ilmu sosial, pariwisata, dan bidang terkait lainnya. Seminar ISBEST ini mencakup berbagai sub-tema, termasuk: 1) Evolusi E-Commerce; 2) Kecerdasan Buatan (AI) dalam Bisnis; 3) Inovasi Pemasaran Digital; 4) Digitalisasi Rantai Pasokan; 5) Revolusi Teknologi Keuangan (FinTech); 6) Tenaga Kerja 4.0; 7) Keberlanjutan dan Transformasi Digital; dan 8) Pariwisata Digital.
Makalah yang diterima akan dipublikasikan dalam Prosiding ISBEST, dan makalah terpilih akan memiliki kesempatan dipublikasikan dalam prosiding EAI/EUDL dan jurnal terkait setelah melalui proses peninjauan sejawat.
Dr. Meirani Harsasi, S.E., M.Si., Dekan FEB, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia saat ini menghadapi tantangan besar, mulai dari disrupsi teknologi hingga ketidakstabilan ekonomi, yang menuntut solusi inovatif dan pola pikir maju. “Tema ‘Strategi Transformasi Digital: Menavigasi Masa Depan’ mencerminkan esensi kemampuan beradaptasi, inovasi, dan perencanaan strategis yang sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan era digital,” ujar Meirani.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor UT Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Bisnis, Rahmat Budiman, S.S., M.Hum., Ph.D., mewakili Rektor UT. ISBEST kali ini menghadirkan keynote speaker Dr. Rizal Edwin Manansang, Ak., M.Sc., Senior Advisor Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Adapun speaker lainnya yaitu Masatsugu Nemoto, Ph.D. dari Chungbuk National University, South Korea dan Prof. Ginta Ginting dari Universitas Terbuka, Indonesia.
Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa di era serba cepat saat ini, transformasi digital telah menjadi pergeseran mendasar yang mempengaruhi hampir setiap sektor, mulai dari bisnis, pendidikan, layanan publik, hingga interaksi sosial. ‘Kita sedang berada di puncak era baru yang dipacu oleh kemajuan teknologi yang pesat, sehingga kebutuhan untuk mengembangkan strategi yang tepat guna menavigasi masa depan digital menjadi semakin mendesak. Tema seminar tahun ini, Strategi Transformasi Digital: Menavigasi Masa Depan, mencerminkan urgensi tersebut,’ ujarnya.
Lebih jauh, Rahmat Budiman menegaskan pentingnya strategi yang kuat dalam menghadapi transformasi digital di era digital. “Transformasi digital bukan hanya soal adopsi teknologi baru, melainkan cara berpikir ulang tentang bagaimana organisasi beroperasi dan memberikan nilai kepada pemangku kepentingan,” tegasnya. “Transformasi digital melibatkan pergeseran pola pikir, budaya, dan proses. Ini menuntut kelincahan, inovasi, dan kemauan untuk merangkul perubahan. Saat ini, bisnis dan organisasi terpaksa beralih ke model digital yang tidak hanya mengoptimalkan operasi mereka saat ini, tetapi juga menyiapkan panggung untuk pertumbuhan dan keberlanjutan jangka panjang,” pungkasnya.
Rangkaian acara menuju puncaknya yaitu saat pengumuman dari Competition of Public Sector Innovation (COPSI), Competition of Business and Management (COBISMA) yang mana kedua kompetisi tersebut sudah terselenggara sebelum seminar internasional berlangsung. Untuk kompetisi COPSI dimenangkan oleh Putri Wulandari dengan Turmerone Compounds Extract as Potential Photosensitizer Achievement for Blood Cancer. Lalu untuk kompetisi COBISMA dimenangkan oleh Aryanto dari Universitas Terbuka dengan KhA Polyculture Garden. Tidak hanya itu, diumumkan juga peraih Best Paper ISBEST yang mana terbaik pertama disandang oleh:
Lifan Zeng, Surachai Traiwannakij, dan Sukon Aduldaecha dengan judul makalah “The Influence of Elderly-Friendly Public Spaces and Stakeholder Perspective on the Quality of Life in Urban Micro-Districts of Fuzhou City, Fujian Province, China.”
Melalui peningkatan jumlah publikasi internasional, diharapkan seluruh rangkaian acara The 7th ISBEST dapat memberikan wawasan terbaru mengenai transformasi digital dan keberlanjutannya. Konferensi ini juga diharapkan dapat membantu menghadapi tantangan global dan transformasi digital dengan mendorong kolaborasi jejaring sosial antara akademisi, praktisi, dan masyarakat. Dari kolaborasi ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi baru yang mampu menciptakan ekosistem digital yang dinamis, berkelanjutan, dan inklusif.


