Sebagaimana diketahui bahwa Universitas Terbuka (UT) telah naik kelas menjadi Perguruan Tinggi Badan Hukum (PTNBH), UT semakin berinovasi guna meningkatkan kualitas pengelolaan proses bisnis UT yang efektif, efisien, dan ekonomis. Dengan status PTNBH tersebut, maka UT bertekad semakin mendunia dalam hal akademik dan non akademik serta semakin berkualitas dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ). Beragam upaya dilakukan UT, antara lain dengan peningkatan kerja sama, pengembangan jejaring (networking) internasional guna pengembangan kolaborasi yang saling menguntungkan (mutualism partnership) dengan berbagai pihak, khususnya bagi peningkatan proses bisnis internal, kualitas layanan bagi stake holders, termasuk dalam rangka peningkatan keefektifan proses pembelajaran bagi mahasiswa melalui transformasi digital di berbagai bidang.

Kali ini delegasi UT melakukan kegiatan kunjungan dan diskusi bersama sebagai bentuk perwujudan kerja sama internasional yang merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama (MoU) antara Universitas Terbuka dan Local Finance Association (LOFA) Korea Selatan yang telah ditandatangani pada bulan Maret 2023. Wujud nyata kolaborasi UT dan LOFA Korsel serta Kementerian Desa dan PDTT Republik Indonesia, antara lain telah dilaksanakannya Seminar Internasional Bidang Sektor Publik, yaitu Pre-Public Sector International Conference (Pre-PSIC) 2024 di Bali pada 3-5 Maret 2024. Rumusan hasil konferensi internasional tersebut kemudian dibahas bersama antara UT dan LOFA di Kantor LOFA Korsel pada tanggal 3 Mei 2024.
Kebermanfaatan dari hasil Pre-PSIC ini antara lain dapat memberikan insight atau masukan bagi pelaku kepentingan dalam mengimplementasikan akuntabilitas dan penerapan konsep modal sosial (social capital) dalam sektor kearifan lokal antara Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Filipina, Arab Saudi, dan Bangladesh. Diharapkan ke depannya hal tersebut menjadi faktor penting untuk mempromosikan dan menerapkan pertukaran kekayaan intelektual antar negara untuk mengatasi permasalahan global.
Diskusi bersama antara delegasi UT yang dipimpin Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. selaku Rektor UT dengan CEO LOFA, yaitu Dr. Lee-In Jae dan jajarannya tersebut kemudian membahas tindak lanjut bentuk kerja sama lainnya. Adapun rombongan delegasi UT yang hadir dalam diskusi tersebut antara lain Dr. Meirani Harsasi, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Olivia Idrus, SE., M.Sc selaku Wakil Dekan selaku Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FEB, Dr. Maya Maria, S.E., M.M. selaku dosen FEB dan Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat Pemasaran, Prof. Dr. Nafsiah Mohamed selaku advisor FEB UT untuk program kerja sama internasional, dan Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM., M.Rech, Ak., CFrA selaku dosen FEB UT yang menjadi koordinator kegiatan kerja sama UT-Korea Selatan.

Pembahasan bentuk kerja sama lain UT dan LOFA, antara lain pengembangan riset bersama antara UT dan LOFA yang kemudian ditindaklanjuti dengan diseminasi pada jurnal-jurnal internasional bereputasi untuk topik-topik perekonomian desa terkait dengan konsep modal sosial (Social Capital) pada desa-desa di Kawasan Asia khususnya Indonesia. Prof. Ojat dalam kesempatan diskusi tersebut menyampaikan perlunya perluasan bentuk kerja sama lainnya yang saling memberi kebermanfaatan bagi kedua pihak.
Sinergi terkait modal sosial (social capital) dan keuangan khususnya tentang akuntabilitas. Melalui program studi yang ada di bawah FEB, khususnya Akuntansi Keuangan Publik (AKP) sebagai motor penggerak perekonomian desa maka UT dan LOFA akan menindaklanjuti kerja sama ini secara lebih intensif ke depannya. Untuk diketahui terdapat peluang besar bagi peningkatan kompetensi para aparat desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di seluruh Indonesia dengan berkuliah di UT.
Dr. Lee pada kesempatan tersebut bahkan menghargai bagaimana penerapan modal sosial (social capital) melalui Kebhinnekaan di antara beragam suku bangsa di Indonesia yang menarik untuk dijadikan kajian bersama. Selanjutnya, Dr. Meirani Harsasi selaku Dekan FEB UT pun menyampaikan akan menyelenggarakan Workshop Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Publik yang dapat menghadirkan narasumber dari LOFA untuk peningkatan wawasan para civitas akademika UT.


Pada akhirnya dengan dilaksanakan diskusi bersama pasca MoU UT dan LOFA serta evaluasi pelaksanaan Pre-PSIC 2024, diharapkan ke depannya terbina sinergi internasional yang lebih mendalam antara UT dan LOFA. Hal tersebut diharapkan akan memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi SDM masyarakat Indonesia, terlebih bagi peningkatan citra UT agar lebih dikenal kiprahnya tidak hanya di dalam negeri, namun juga di luar negeri. Selain itu, sinergi dan jejaring internasional UT dan LOFA ini diharapkan dapat memberikan penekanan pentingnya keefektifan pengelolaan dan akuntabilitas keuangan di sektor publik.

