UT_Goes_To_Pesantren

UT Goes to Pesantren 2016

Tasikmalaya yang hanya berjarak 262 KM dari Jakarta memang dikenal sebagai kota santri. Julukan ini taksalah diberikan kepada kota yang juga mendapat sebutan Mutiara dari Priangan Timur ini. Dari 10 kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya, terdapat lebih dari 100 pondok pesantren di penjuru Kota ini. Maka, taksalah juga jika Tasikmalaya menjadi target UT dalam menggelar acara silaturahmi dan edukasi UT Goes to Pesantren 2016.

Pada Minggu pagi yang cerah, 27 November 2016, acara silaturahmi tersebut digelar di halaman Madrasah Aliyah Negeri 1 Tasikmalaya, yang berada di bawah pengelolaan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Awipari, Tasikmalaya. Dengan dihadiri oleh lebih dari 600 santriwan dan santriwati, pimpinan pondok pesantren, mahasiswa UT di Tasikmalaya, serta unsur Muspida Kota Tasikmalaya, acara ini terselenggara dengan sukses.

Acara yang berlangsung selama 3 jam tersebut, diawali dengan Sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, KH. Cecep Ridwan Busthomi yang menyatakan siap menjadi mitra UT untuk operasional UT di wilayah Tasikmalaya.

Selanjutnya, PR IV UT, Dr. H. Mohamad Yunus, M.A. dalam sambutannya menyemangati para santriwan dan santriwati untuk berani bermimpi dengan membangun cita-cita setinggi mungkin lalu berjuang mewujudkannya. Kuliah harus menjadi prioritas karena hanya dengan pendidikan masa depan cerah bisa diraih. Ruang pendidikan saat ini terbuka sangat lebar. Cari beasiswa yang banyak tersedia.

H. Eddy Sumardi, Staf Ahli Walikota Tasikmalaya Bidang Pembangunan, yang mewakili Walikota Tasikmalaya menekankan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya menyambut baik dan sangat mendukung acara ini sebagai sarana efektif untuk pencerahan bagi masyarakat Tasikmalaya. Beliau memaparkan bahwa salah satu komponen Indeks Pembangunan Manusia adalah pendidikan. Indonesia akan dianugrahi dengan bonus demografi. Namun, apakah bonus demografi tersebut akan menjadi modal atau beban, sangat tergantung pada cara Indoneia mengelola SDMnya. Kita perlu membekali SDM Indonesia dengan pendidikan agar mereka menjadi SDM dengan kualitas yang memiliki daya saing tinggi. Beliau mengutip ucapan Nelson Mandela bahwa pendidikan adalah senjata terkuat untuk membangun dunia. Maka kita harus berjuang membangun SDM yang berkualitas dan semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.

UT_Goes_to_Pesantren_2016_Tasik

Acara inti pagi hari itu adalah Dialog Interaktif yang menghadirkan empat pembicara utama, yaitu PR IV UT, Dr. H. Mohamad Yunus, M.A., Dr. H. Achdiyat Siswandi, M.P., Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Drs. H. Yudhi Yusupyandi, M.M., Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Tasikmalaya, serta Dr. Saripudin, M.Pd., Kepala Madrasah Aliyah Negeri 1 Awipari, Tasikmalaya. Dalam dialog ini muncul diskusi dari peserta yang antusias menanyakan seputar perkuliahan di UT, beasiswa, program magister UT, penyaluran alumni UT ke pasar kerja, serta tunjangan guru Radhatul Athfal Kota Tasikmalaya.

Tepat sebelum adzan Dzuhur berkumandang, silaturahmi pun berakhir. Rasa ingin tahu tentang UT yang menawarkan pola belajar baru yang berbeda dengan pola tatap muka yang selama ini dirasakan oleh para santri, terpancar di wajah-wajah muda tersebut. Booth UT yang digelar si area acara pun, langsung diserbu oleh para santriwan dan santriwati yang hadir. Aneka pertanyaan gencar mereka sampaikan kepada teman-teman penjaga booth dari UPBJJ-UT Bandung. Semoga… impian luhur kalian untuk bisa meraih kesuksesan dunia dan akhirat, bisa terwujud melalui UT….