Dulu Harus Beli Modul, Kini Serba Digital: 250 Mahasiswa Mempawah Mulai Kuliah di UT 

Tangerang Selatan – Kuliah tidak selalu dimulai dari ruang kelas, bangku kampus, atau perjalanan menuju gedung perkuliahan. Bagi 250 mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Pontianak melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Bu Ayang Mempawah, perjalanan itu justru dimulai dari sebuah ruang yang mempertemukan mereka dengan satu keyakinan: bahwa jarak, pekerjaan, dan kesibukan tidak lagi menjadi alasan untuk berhenti mengejar pendidikan. 

Semangat tersebut terasa dalam pelaksanaan Orientasi Studi Mahasiswa Baru dan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (OSMB-PKBJJ) Semester 2026/Ganjil yang berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu (25-26 Juli 2026), di Rumah Budaya Melayu Mempawah. Kegiatan ini menjadi pintu pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal dunia perkuliahan UT sekaligus mempersiapkan diri menjalani sistem pendidikan terbuka dan jarak jauh. 

Namun, mengenal kampus tentu tidak cukup hanya dengan mengetahui sistem perkuliahannya. Mahasiswa juga perlu tahu bagaimana cara belajar dan mengelola proses pendidikan secara mandiri. Di sinilah OSMB-PKBJJ mengambil peran penting. 

Pimpinan SALUT Bu Ayang Mempawah, Herlina, menjelaskan OSMB menjadi ruang pengenalan bagi mahasiswa mengenai proses dan mekanisme belajar di UT. Sementara itu, PKBJJ memberikan bekal keterampilan agar mahasiswa mampu mengikuti perkuliahan secara efektif dalam sistem pendidikan jarak jauh. 

“Peserta kegiatan OSMB dan PKBJJ Universitas Terbuka Pontianak masa 2026/Ganjil sebanyak 250 mahasiswa yang berasal dari SALUT Bu Ayang Mempawah,” ujar Herlina. 

Dari pembekalan tersebut, para mahasiswa kemudian mendapat pesan yang tak kalah penting: pendidikan membutuhkan komitmen. Pesan itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disdikporapar) Mempawah, H El Zuratnam, saat membuka kegiatan OSMB-PKBJJ. 

Menurut El Zuratnam, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus membuka peluang yang lebih luas di masa depan. Menariknya, pesan tersebut bukan sekadar motivasi, sebab ia pernah merasakan sendiri bagaimana UT menjadi jalan untuk melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan. 

Pengalaman itulah yang membuat kisah El Zuratnam terasa begitu dekat dengan mahasiswa baru. Saat masih berprofesi sebagai guru dengan latar belakang pendidikan D3, ia membutuhkan pendidikan S1 untuk meningkatkan kualifikasi sekaligus mendukung pengembangan karier. Namun, meninggalkan pekerjaan bukanlah pilihan yang mudah. 

“Untuk melanjutkan pendidikan, kondisinya tidak semudah sekarang. Padahal untuk meningkatkan karier dan memenuhi persyaratan, pendidikan S1 sangat dibutuhkan,” kenangnya. 

Karena itu, ia memilih UT sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab yang sedang dijalankan. Bahkan, ia pernah menjalani masa ketika kuliah di UT identik dengan membeli modul, belajar secara mandiri, kemudian mengikuti ujian dan menunggu kesempatan berikutnya jika belum berhasil. 

Jika dulu keterbatasan fasilitas menjadi bagian dari perjuangan, kini mahasiswa memiliki kesempatan belajar yang semakin terbuka. Sistem pendidikan jarak jauh UT memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang untuk tetap menempuh pendidikan tinggi tanpa harus terikat oleh ruang dan waktu. 

Semangat tersebut sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, yang mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta kesempatan belajar bagi semua. Dalam konteks ini, pendidikan menjadi lebih dari sekadar jalan memperoleh ijazah, tetapi juga investasi untuk meningkatkan kualitas diri dan membuka peluang masa depan. 

Karena kesempatan sudah terbuka, tantangan berikutnya adalah bagaimana mahasiswa menjalaninya sampai tuntas. El Zuratnam pun berpesan kepada 250 mahasiswa baru UT agar tidak menjalani perkuliahan dengan setengah hati. Menurutnya, mahasiswa perlu menetapkan target sejak awal, kemudian menjaga konsistensi dan komitmen untuk mencapainya. 

“Jangan patah semangat. Konsisten dan komitmen. Kalau sudah menentukan target, selesaikan. Pendidikan adalah investasi untuk meningkatkan kualitas diri dan masa depan kita,” tegasnya. 

Pada akhirnya, perjalanan 250 mahasiswa baru SALUT Bu Ayang Mempawah bukan sekadar dimulai dari OSMB-PKBJJ. Mereka sedang memulai babak baru kehidupan. Di Universitas Terbuka, pendidikan tidak lagi dibatasi oleh jarak, pekerjaan, atau usia. Selama ada kemauan untuk belajar, kesempatan selalu terbuka untuk membangun masa depan yang lebih baik.