Tangerang Selatan – Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Landak menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Belajar Daring bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026.1 pada Jumat (10/4/2026), sebagai upaya membekali mahasiswa dalam memahami sistem pembelajaran jarak jauh berbasis digital sejak awal perkuliahan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang tutorial SALUT Landak ini diikuti mahasiswa program sarjana dari berbagai fakultas, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Sains dan Teknologi (FST), hingga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Landak dengan latar belakang program studi yang beragam.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diperkenalkan secara langsung pada sistem Tutorial Online (Tuton), yang menjadi metode utama pembelajaran di Universitas Terbuka. Tidak hanya menerima materi, mahasiswa juga diajak untuk mempraktikkan penggunaan platform pembelajaran agar lebih siap menghadapi perkuliahan yang akan dimulai.
Kepala SALUT Landak, L. Sahat Tinambunan, menegaskan bahwa pembekalan ini penting untuk meminimalkan kendala yang mungkin dihadapi mahasiswa saat mengikuti perkuliahan. “Bimbingan teknis ini kita selenggarakan agar mahasiswa baru dapat mengikuti Tutorial Online dengan baik. Sistem Tuton sudah terstruktur dengan jadwal yang ditentukan, sehingga perlu dipahami sejak awal. Untuk semester ini, Tuton akan dimulai pada 14 April,” ujarnya.
Ia menambahkan, SALUT memiliki peran strategis dalam mendampingi mahasiswa selama proses belajar berlangsung, terutama dalam sistem pendidikan jarak jauh yang menuntut kemandirian tinggi. “Ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi SALUT. Kami juga menyiapkan staf admin yang siap melayani dari Senin hingga Minggu, baik secara langsung di kantor maupun melalui WhatsApp dan telepon. Mahasiswa diharapkan aktif berkomunikasi jika mengalami kendala,” tambahnya.
Pelaksanaan bimtek berlangsung interaktif dengan materi yang disampaikan oleh staf admin SALUT Landak, Kiki Hastuti dan Priscillya Eugenie Ully. Selain pemaparan materi, keduanya juga memandu mahasiswa dalam praktik langsung penggunaan platform Tuton, mulai dari cara mengakses materi hingga mengikuti diskusi online.
Di akhir kegiatan, Sahat kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan mahasiswa dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran daring. “Mahasiswa harus aktif dalam diskusi online dan mengerjakan tugas sesuai jadwal. Selain untuk mendapatkan nilai maksimal, ini juga menjadi indikator kemampuan dalam memahami setiap mata kuliah,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, Universitas Terbuka kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di daerah. Dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi serta dukungan layanan seperti SALUT, mahasiswa tetap dapat mengakses pendidikan tanpa terbatas ruang dan waktu.
Upaya ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin ke-10 tentang Berkurangnya Kesenjangan. Kehadiran SALUT Landak menjadi bukti bahwa akses pendidikan tinggi kini semakin merata dan dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.


