Minggu (8/3), Universitas Terbuka (UT) Salut Kartini Rembang mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Darul Hadlonah, Kecamatan Rembang. Dosen dan mahasiswa UT hadir langsung untuk memberikan paket sembako dan berbagi waktu bersama anak-anak yatim-piatu. Kegiatan ini tidak hanya meringankan kebutuhan sehari-hari anak-anak, tetapi juga menjadi momen pembelajaran bagi mahasiswa tentang kepedulian sosial, sekaligus menegaskan peran UT sebagai institusi yang membuka akses pendidikan berkualitas bagi semua kalangan, tanpa terkendala jarak atau kondisi ekonomi.
Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan UT Salut Kartini Rembang. Kepala UT Salut Kartini, Achmad Sholchan, mengatakan, “Setiap tahun kami dari Salut Kartini mencoba melaksanakan kegiatan kemasyarakatan berupa bakti sosial. Tempatnya berganti-ganti, pernah di pondok pesantren, kemudian kelompok masyarakat di Desa Tireman.” Tahun ini, panti asuhan menjadi lokasi pilihan, agar anak-anak yang membutuhkan perhatian juga merasakan kehangatan di bulan Ramadan.
Bantuan berupa paket sembako—beras, mie instan, dan kebutuhan pokok lainnya—disalurkan oleh tim UT bekerja sama dengan mahasiswa dan CV Pelangi Sagar Jaya Rembang. “Harapannya bantuan ini bisa meringankan kebutuhan mereka sehari-hari,” kata Sholchan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk belajar tentang empati dan kepedulian terhadap sesama.
Hidayatun, Ketua Yayasan Panti Asuhan Darul Hadlonah, menyampaikan terima kasihnya. “Kami ucapkan terima kasih atas cinta dan perhatiannya dari keluarga besar Salut Kartini Rembang kepada anak-anak kami. Semoga UT bisa terus menjadi akses untuk kebutuhan kuliah anak-anak, terutama yang kesulitan bekal saat pergi keluar kota. UT bisa menjadi jalan keluar yang baik.” Beberapa anak panti bahkan kini menjadi mahasiswa atau alumni UT Salut Kartini, menunjukkan bagaimana universitas ini memberi kesempatan belajar bagi semua kalangan.
Kegiatan ini sejalan dengan misi UT: menyediakan pendidikan tinggi berkualitas tanpa batas, memungkinkan mahasiswa dari berbagai latar belakang tetap menempuh pendidikan meski terkendala jarak atau finansial. Santunan ini juga sejalan dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs 10 mengenai Pengurangan Kesenjangan, karena menggabungkan akses pendidikan dengan nilai kepedulian sosial.
Ketika mahasiswa dan dosen UT berpamitan, senyum anak-anak tetap terukir, meninggalkan kesan hangat. Universitas Terbuka Salut Kartini Rembang membuktikan bahwa pendidikan fleksibel dan berkualitas bisa berjalan beriringan dengan kepedulian sosial, membangun generasi muda yang siap belajar sekaligus peduli terhadap masyarakat.



