Tidak semua orang di Luwu Utara memiliki kemewahan untuk pergi jauh demi kuliah. Jarak, biaya, hingga keterbatasan akses kerap menjadi penghalang lama bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. Namun kini, peluang itu mulai terbuka lebih lebar.
Melalui Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Luwu Utara, akses pendidikan tinggi semakin mendekat ke masyarakat. Sejak bertransformasi dari Kelompok Belajar (Pokjar) menjadi SALUT pada 6 Desember 2025, layanan pendidikan jarak jauh di wilayah tersebut berkembang pesat dan mulai menjangkau lebih banyak kalangan.
Perubahan ini bukan sekadar administratif. Transformasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat akses pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Kabupaten Luwu Utara.
Saat ini SALUT Luwu Utara mengelola sekitar 300 mahasiswa aktif. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat, seiring semakin banyak masyarakat yang tertarik melanjutkan pendidikan melalui sistem pembelajaran fleksibel yang ditawarkan Universitas Terbuka.
Optimisme itu bahkan tercermin dalam target yang cukup ambisius. Sepanjang tahun 2026, SALUT Luwu Utara menargetkan mampu menjaring hingga 1.000 mahasiswa baru.
Kepala SALUT Luwu Utara, Lina Rabang, S.Kom., mengatakan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan tinggi menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan jumlah mahasiswa di wilayah tersebut.
“Kami optimistis target 1.000 mahasiswa baru pada tahun 2026 dapat tercapai. Antusiasme masyarakat Luwu Utara terhadap pendidikan tinggi terus meningkat, terutama dengan sistem kuliah yang fleksibel dan dapat diakses dari berbagai wilayah,” ujar Lina saat ditemui di kantor SALUT Luwu Utara, Jalan Andi Djemma No.12, Masamba.
Untuk memperluas jangkauan informasi, tim SALUT Luwu Utara aktif melakukan sosialisasi secara langsung ke berbagai daerah. Pendekatan ini dilakukan agar informasi mengenai kesempatan kuliah dapat diterima langsung oleh masyarakat.
Di tingkat sekolah, sosialisasi dilakukan di sejumlah institusi pendidikan di Masamba seperti SMAN 1, SMAN 2, SMAN 7, SMAN 8, serta SMKN 1 Masamba.
Namun upaya tersebut tidak berhenti di wilayah perkotaan. Tim SALUT juga menjangkau beberapa kecamatan yang memiliki akses transportasi cukup menantang, seperti Rampi, Rongkong, dan Seko.
Pendekatan yang dilakukan pun dibuat lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Selain mengunjungi sekolah dan instansi pemerintah, tim SALUT kerap membagikan brosur di warung kopi—ruang informal yang sering menjadi tempat warga berkumpul dan berdiskusi.
Di sisi lain, penguatan layanan akademik juga terus dilakukan untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.
Mahasiswa dapat memanfaatkan Tempat Ujian Online (TUO), layanan registrasi online yang didampingi petugas, hingga tutorial online yang memungkinkan proses belajar berlangsung fleksibel dari berbagai lokasi.
Kemudahan juga diberikan dalam hal transaksi pembayaran. Melalui kerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), mahasiswa dapat melakukan pembayaran melalui mesin EDC maupun sistem pembayaran digital.
Perkembangan SALUT Luwu Utara juga terlihat dari capaian para alumninya di dunia kerja. Berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Luwu Utara, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 984 alumni berhasil lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Sebagian besar dari mereka menempati formasi tenaga pendidik seperti Guru Sekolah Dasar (SD) dan Guru PAUD, serta sejumlah posisi lain seperti tenaga perpustakaan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan Universitas Terbuka memiliki daya saing yang kuat dalam berbagai seleksi pekerjaan di sektor publik, khususnya di bidang pendidikan.
Upaya menjangkau generasi muda juga diperkuat melalui pemanfaatan media sosial. Melalui akun Instagram dan Facebook, berbagai informasi terkait pendaftaran mahasiswa baru, layanan akademik, hingga kegiatan pembelajaran disampaikan secara rutin.
Hingga saat ini akun tersebut telah memiliki sekitar 568 pengikut dengan 365 konten yang telah diunggah.
Sementara itu, mahasiswa baru tahun ajaran 2026.1 juga telah mengikuti kegiatan Pelatihan Keterampilan Belajar Jarak Jauh (PKBJJ) yang dilaksanakan pada 1 Maret 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kemampuan belajar mandiri yang menjadi ciri khas sistem pembelajaran di Universitas Terbuka.
Dengan dukungan layanan digital, fasilitas pembelajaran yang terus berkembang, serta strategi sosialisasi yang menjangkau hingga wilayah terpencil, SALUT Luwu Utara perlahan menjadi salah satu penggerak penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif di Kabupaten Luwu Utara. Upaya ini sejalan dengan komitmen global dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada tujuan keempat yaitu memastikan akses pendidikan berkualitas bagi semua.



