Ketika Jarak Tak Lagi Menghentikan Mimpi: Peran SALUT Kapuas Hulu Buka Akses Pendidikan Tinggi

Di Kapuas Hulu, mimpi menempuh pendidikan tinggi tak lagi harus terhenti oleh jarak dan keterbatasan. Di tengah bentang wilayah yang luas dan tantangan akses pendidikan, Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu membuka jalan baru melalui kolaborasi dengan Universitas Terbuka (UT), menghadirkan ruang belajar yang lentur, inklusif, dan menjangkau lebih banyak warga. Dukungan penuh Bupati Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan, menandai keseriusan pemerintah daerah dalam merawat masa depan sumber daya manusia yang mampu tumbuh seiring perubahan zaman.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kapuas Hulu, Verawati, ke Pendopo Bupati Kapuas Hulu, Selasa (27/1). Pertemuan itu menjadi ruang diskusi mengenai peran pendidikan tinggi sebagai fondasi pembangunan daerah, sekaligus sarana menyiapkan generasi yang adaptif terhadap dinamika sosial dan dunia kerja.
Dalam pertemuan tersebut, Verawati menjelaskan bahwa kehadiran Universitas Terbuka melalui SALUT Kapuas Hulu ditujukan untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat. UT menawarkan beragam program studi yang relevan dengan kebutuhan daerah, mulai dari pendidikan guru PAUD/TK dan PGSD hingga program studi lintas disiplin lainnya. Saat ini, SALUT Kapuas Hulu melayani 40 program studi jenjang sarjana (S1), tujuh program magister (S2), serta program doktor (S3) bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan.
“Kami menawarkan fleksibilitas belajar yang memudahkan bisa kuliah sambil bekerja atau mengurus keluarga, biaya terjangkau, kualitas pendidikan yang terjamin (Berstatus Perguruan Tinggi Negeri dan Terakreditasi A),” ujar Verawati. Ia menambahkan, sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diterapkan UT memanfaatkan dukungan teknologi digital, sehingga proses belajar dapat dilakukan dari mana saja, termasuk di wilayah dengan tantangan geografis seperti Kapuas Hulu.
Pola pembelajaran tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk tetap meningkatkan kompetensi tanpa harus meninggalkan rutinitas sehari-hari. Antusiasme warga terhadap Universitas Terbuka pun terus bertumbuh. “Sekarang minat masyarakat terhadap Universitas Terbuka (UT) sudah mulai tinggi. Kita bersyukur keberadaan SALUT di Kapuas Hulu sangat diterima, ini terbukti dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat dan saat ini jumlah mahasiswa UT aktif di Kabupaten Kapuas Hulu berjumlah 1600 orang,” tuturnya.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menilai pendidikan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga berkarakter. Ia mendorong mahasiswa untuk mampu beradaptasi dengan dunia perkuliahan, mengembangkan cara berpikir inovatif, serta memperluas wawasan sebagai bekal menghadapi masa depan. “Saya mengajak seluruh anak-anak Kapuas Hulu agar kedepan dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi sehingga melalui pendidikan dapat membantu menumbuhkan akhlak yang baik untuk mencapai kesuksesan kedepan,” ujarnya.
Menurut Bupati, keberadaan SALUT Kapuas Hulu turut menjadi salah satu pendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah. Ia juga mengapresiasi peran SALUT dalam memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat dan menegaskan bahwa SALUT Kapuas Hulu merupakan satu-satunya sentra layanan resmi Universitas Terbuka di wilayah tersebut. “Sistem perkuliahan di UT sangat fleksibel. Mahasiswa bisa belajar dari mana saja. UT menjangkau semua kalangan. Mahasiswa adalah agent of change, agent of social control, dan iron stock yang punya peran penting dalam pembangunan daerah,” pungkasnya.
Sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pendidikan berkualitas (SDG 4) dan pengurangan kesenjangan (SDG 10), kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan Universitas Terbuka ini diharapkan dapat memperluas kesempatan belajar bagi masyarakat. Melalui akses pendidikan tinggi yang lebih terbuka, Universitas Terbuka hadir sebagai jembatan pemerataan kualitas sumber daya manusia demi pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.