Di balik barisan apel pagi, patroli rutin, dan jam dinas yang tak jarang melewati batas waktu, terselip satu mimpi yang kerap dipendam para personel kepolisian: melanjutkan pendidikan. Bukan karena tak mau, tapi karena waktu dan tugas sering kali terasa tak memberi ruang. Kuliah pun lebih sering hadir sebagai wacana, bukan pilihan nyata.
Namun suasana berbeda terasa di Markas Batalyon C Pelopor Brimob Sambinae, Kota Bima, Rabu (21/1/2026). Pagi itu, rutinitas pengamanan bergeser sejenak, memberi ruang bagi harapan baru. Harapan bahwa di tengah padatnya tugas negara, pintu pendidikan masih terbuka—dan kali ini, terasa lebih dekat.

Direktur UT Mataram, Heriyanto, menjelaskan bahwa Universitas Terbuka memang dirancang untuk menjawab kebutuhan mereka yang memiliki keterbatasan waktu dan ruang. Dengan sistem pembelajaran jarak jauh dan fleksibel, mahasiswa UT dapat mengakses materi kuliah kapan saja dan dari mana saja, tanpa harus meninggalkan tugas utama.
“Universitas Terbuka memiliki sistem pembelajaran yang fleksibel, bisa diakses kapan saja dan di mana saja. Ini sangat cocok bagi anggota Polri yang memiliki jadwal dinas padat,” ujar Heriyanto. Menurutnya, UT ingin memastikan bahwa setiap aparatur negara tetap memiliki ruang untuk tumbuh secara akademik, tanpa mengorbankan profesionalisme dan tanggung jawab di lapangan.
Ia menambahkan, pendidikan tinggi bukan hanya tentang mengejar gelar, tetapi juga tentang memperluas cara pandang, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta memperkuat kapasitas individu dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks. Di sinilah UT mengambil peran sebagai jembatan antara dunia kerja dan dunia akademik.
Komandan Batalyon C Pelopor Brimob Bima yang turut hadir pun menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pendidikan memiliki peran penting dalam pengembangan karier dan kualitas sumber daya manusia. Personel dengan latar belakang pendidikan yang lebih baik diyakini akan lebih siap menghadapi dinamika tugas serta perubahan zaman. “Pendidikan yang lebih tinggi tentu akan berpengaruh pada peningkatan karier. Ini sejalan dengan jargon Universitas Terbuka, ‘Kuliah OK, Karier OK’,” katanya.
Sementara itu, Ketua SALUT Mutiara Hati Bima, Sri Astuti Handayani, menjelaskan secara praktis bagaimana proses pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Terbuka. Ia menyampaikan bahwa pendaftaran masih dibuka hingga 27 Januari 2026 dan terbuka bagi siapa saja, baik anggota Brimob maupun masyarakat umum.
Kehadiran UT di lingkungan Brimob Bima menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan berkualitas kini semakin dekat dan inklusif. Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat tentang pendidikan berkualitas dan merata. Dengan membuka akses belajar tanpa batas, UT tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menumbuhkan harapan bahwa siapa pun, di mana pun berada, tetap punya kesempatan untuk melangkah lebih jauh melalui pendidikan.



