Belitung, yang selama ini terkenal dengan pasir putih dan panorama alamnya yang memesona, kini juga menjadi pusat penelitian akademik. Pada 16 November 2025, Universitas Terbuka (UT) menggelar kegiatan lapangan di Sentra Layanan UT (SALUT) Pencari Ilmu Tanjungpandan untuk mengembangkan instrumen pendukung mahasiswa dalam menghadapi masa transisi studi. Kegiatan ini melibatkan dua peneliti UT, Hidayah, S.Pd., M.Pd dan Suci Nurhayati, S.Pd., M.Pd, di bawah koordinasi Prof. Aminudin Zuhairi, Ph.D, Ketua penelitian skema PRI (Pusat Riset dan Inovasi Pendidikan Terbuka Jarak Jauh).
“Kami ingin menciptakan Pedoman Mengatasi Stres dan Membangun Ketahanan Diri, berisi strategi praktis agar mahasiswa lebih resilien menghadapi tuntutan akademik dan non-akademik,” ujar Hidayah.
Selain itu, tim UT juga merancang Desain Layanan Konseling Personal dan Dukungan Belajar yang mudah diakses dan sesuai karakteristik mahasiswa pendidikan jarak jauh.
“Harapannya, intervensi ini dapat membantu mahasiswa beradaptasi lebih cepat dan efektif, sekaligus menurunkan risiko attrition,” tambahnya.
Upaya ini sejalan dengan SDGs nomor 4 tentang pendidikan berkualitas, karena fokusnya pada peningkatan kualitas pengalaman belajar mahasiswa. Belitung dipilih secara strategis karena SALUT Belitung memiliki lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai fakultas, menjadikannya lokasi ideal untuk memperoleh data yang variatif dan kredibel.
“Kondisi ini memungkinkan kami merancang program berbasis bukti yang benar-benar bermanfaat bagi mahasiswa,” jelas Suci.
Kegiatan riset ini bersinergi dengan penelitian Dr. E. Andriyansah, S.E., M.M, putra asli Belitung, yang tengah meneliti ekonomi hijau pariwisata melalui proyek “TRAJECTORY: Model Pertumbuhan Brand Berkelanjutan untuk Ekonomi Hijau Pariwisata Indonesia.” Andriyansah menyebut, pendekatan berkelanjutan ini sangat relevan untuk menjaga daya saing sektor wisata Belitung, sekaligus mendukung SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 12 tentang konsumsi dan produksi bertanggung jawab. Penelitian ini didanai melalui konsorsium Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) dalam skema Riset Kolaborasi Indonesia (RKI) tahun anggaran 2025.
Kehadiran Universitas Terbuka di Belitung bukan sekadar penelitian akademik. Dari pengembangan layanan mahasiswa yang lebih resilien hingga kontribusi pada ekonomi hijau pariwisata, UT menunjukkan dampak nyata pendidikan tinggi bagi masyarakat lokal. Inisiatif ini membuktikan bahwa pendidikan jarak jauh tidak hanya memberi akses belajar fleksibel, tetapi juga mampu mendorong pembangunan berkelanjutan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat. Dengan begitu, UT menghadirkan solusi praktis sekaligus inspirasi bagi mahasiswa dan komunitas lokal untuk beradaptasi dan berkembang dalam era modern.


