Denpasar, 21 September 2025 – Universitas Terbuka (UT) melalui UT Layanan Luar Negeri resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sariraya Jepang untuk mendirikan Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Sariraya Jepang. Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan di Universitas Terbuka Denpasar dan dihadiri oleh jajaran pimpinan UT, perwakilan Sariraya Jepang, serta civitas akademika UT Denpasar.
Acara tersebut dihadiri oleh Astri Dwi Jayanti S., M.Ed., Ph.D. selaku Staf Ahli Bidang Layanan UT Daerah yang mewakili Wakil Rektor Bidang Sistem Informasi dan Kemahasiswaan, Dr. Pardamean Dly, S.Sos., M.Si. selaku Direktur UT Layanan Luar Negeri, Agus Tatang Sopandi, S.Sn., M.Pd. selaku Direktur UT Denpasar, serta perwakilan dari pihak Sariraya Jepang, yaitu Ir. AT Hanuranto, MT, Umar Ali Ahmad, Ph.D., Endrian Sofiandi, A.Md., Teguh Wahyudi, SP, MBA, dan Sugiyanto, M.Ak. selaku Kasubag TU UT Layanan Luar Negeri. Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari para mahasiswa UT Denpasar yang turut hadir, memperlihatkan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas negara.


Kerja sama ini merupakan langkah konkret Universitas Terbuka dalam mewujudkan misinya yakni menyediakan layanan pendidikan tinggi berkualitas dunia bagi seluruh lapisan masyarakat, mengembangkan pembelajaran jarak jauh yang inovatif, serta memperkuat jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional. Pendirian SALUT Sariraya Jepang akan memperkuat layanan pendidikan tinggi jarak jauh bagi masyarakat Indonesia di Jepang, terutama dalam hal layanan administrasi, akademik, dan pendampingan belajar. Mahasiswa UT di Jepang kini akan memperoleh akses layanan yang lebih mudah, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan mereka, tanpa harus merasa terisolasi dari sistem pendidikan tinggi di tanah air.
Kolaborasi ini juga mendukung secara langsung tujuan dari Tujuan pembangunan Berkelanjutan (SDG), khususnya SDG 4 yakni Pendidikan Berkualitas yang menekankan pada akses pendidikan inklusif dan berkualitas untuk semua, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, yang mendorong kemitraan strategis untuk pembangunan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, UT membuktikan komitmennya dalam memperluas jangkauan pendidikan jarak jauh secara global dan membangun kolaborasi yang produktif lintas sektor dan negara.
Direktur UT Layanan Luar Negeri, Dr. Pardamean Dly, M.Si. menegaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis yang besar. Ia menyatakan bahwa pendirian SALUT di Jepang tidak hanya bertujuan untuk memberikan kemudahan layanan akademik bagi mahasiswa, tetapi juga mempererat relasi dengan komunitas diaspora Indonesia di Jepang. Menurutnya, kehadiran SALUT Sariraya Jepang merupakan langkah nyata dalam memastikan pendidikan tinggi yang terbuka, fleksibel, dan berkualitas dapat dinikmati oleh seluruh WNI, di mana pun mereka berada.
Dengan lebih dari 760.000 mahasiswa aktif, termasuk 7.488 mahasiswa luar negeri yang tersebar di lebih dari 58 negara, UT terus memperluas cakupannya melalui pendirian SALUT di berbagai wilayah. Hadirnya SALUT Sariraya Jepang menjadi bukti komitmen UT dalam memperkuat sistem pendidikan tinggi jarak jauh yang inklusif, sekaligus mendorong kontribusi Indonesia dalam menciptakan masyarakat global yang cerdas dan berdaya saing.
Kerja sama ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi Universitas Terbuka dalam meningkatkan kapasitas layanan internasionalnya, tetapi juga sangat berarti bagi mahasiswa Indonesia di Jepang yang kini memiliki akses lebih dekat dan personal terhadap sistem pembelajaran UT. Dengan demikian, mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat pendidikan, tetapi juga bagian dari misi besar untuk memajukan pendidikan Indonesia di panggung global.



