Akses Kuliah Lebih Dekat! Salut Segera Hadir Di Kepulauan Mentawai  

Pendidikan tinggi kini makin mudah diakses dari Kepulauan Mentawai! Universitas Terbuka (UT) bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai menjajaki kerja sama strategis melalui rencana pendirian Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di wilayah tersebut.  

Kunjungan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai periode 2025-2030, Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H. ke Universitas Terbuka (UT) Padang sebagai langkah awal terlainnya kolaborasi ini. Pertemuan tersebut membahas penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak serta pendirian Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) di Mentawai sebagai solusi akses pendidikan tinggi di daerah kepulauan tersebut. Langkah ini dianggap strategis dalam mendorong lebih banyak masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halaman mereka. 

SALUT dirancang sebagai pusat layanan akademik dan administratif yang memperluas jangkauan di pelosok negeri. Di Mentawai, SALUT akan dikekola oleh Yudas Sabaggalet, S.E., M.M., mantan Bupati Kepulauan Mentawai dua periode sebelum ini, yang memiliki komitmen tinggi terhadap kemajuan pendidikan di daerahnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Rinto Wardana menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di wilayah kepulauan dengan akses terbatas terhadap perguruan tinggi. “Saya sangat mendukung pendidikan, terutama Universitas Terbuka yang menjadi favorit masyarakat Mentawai karena sistem pembelajarannya yang fleksibel dan dapat dilakukan dengan skema pendidikan jarak jauh,” ujarnya. 

Ia juga berbagi pengalamannya mengenal UT dari seorang guru yang aktif mengelola kelompok belajar (Pokjar) di daerah Mentawai. Menurutnya, UT telah berkontribusi besar dalam membuka peluang pendidikan bagi tenaga pendidik dan masyarakat luas di Kepulauan Mentawai. 

Direktur UT Padang, Dr. Mery Berlian, S.P, M.Si., menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan komitmen UT dalam mendukung akses pendidikan tinggi di daerah terpencil. “Kami sangat mendukung kehadiran Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam program ini. Rencana kerja sama ini akan memperkuat akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di Mentawai,” ungkapnya. 

UT Padang merencanakan kunjungan resmi ke Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk menindaklanjuti perjanjian kerja sama ini. . Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UT dalam memberikan solusi konkret bagi tantangan pendidikan di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). 

Sebagai perguruan tinggi negeri penyelenggara pendidikan jarak jauh, UT menawarkan sistem pembelajaran yang fleksibel dan biaya yang terjangkau. Hal ini memungkinkan masyarakat, termasuk mereka yang bekerja atau memiliki keterbatasan mobilitas, untuk tetap melanjutkan pendidikan tinggi. 

Pendirian SALUT di Kepulauan Mentawai menjadi momentum penting dalam pengembangan sumber daya manusia lokal. Keberadaannya diharapkan dapat memotivasi generasi muda untuk mengejar pendidikan tinggi tanpa harus meninggalkan kampung halaman, sekaligus berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.